JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus mencatatkan peningkatan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah kondisi ekonomi global yang masih diwarnai tantangan geopolitik. Kinerja positif tersebut sejalan dengan implementasi transformasi BRIvolution Reignite yang telah berjalan dalam satu tahun terakhir.
Dalam Press Conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan I 2026 di Kantor Pusat BRI, Jakarta, Kamis (30/4/2026), Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan bahwa peningkatan profitabilitas Perseroan ditopang oleh perbaikan kualitas aset dan efisiensi biaya.
Hingga Triwulan I 2026, Return on Assets (ROA) BRI tercatat meningkat menjadi 2,8%, sementara Return on Equity (ROE) naik dari 17,1% pada Triwulan I 2025 menjadi 18,4% pada periode yang sama tahun ini.
“Pertumbuhan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi kredit dan pengelolaan biaya dana yang semakin efisien. Di satu sisi, pertumbuhan kredit yang tetap kuat memberikan dorongan terhadap pendapatan bunga. Sementara di sisi lain, perbaikan struktur funding, khususnya peningkatan CASA, turut menekan cost of fund. Secara keseluruhan, BRI tidak hanya tumbuh, namun juga mampu menjaga kualitas pertumbuhan,” jelas Hery.
Baca Juga: BRI Perkuat Pembiayaan Berkelanjutan, Social Loan Tembus Rp 718,8 Triliun hingga Maret 2026
Secara keseluruhan, hingga akhir Maret 2026 total aset BRI tercatat mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% secara year on year (YoY).
Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan juga menunjukkan pertumbuhan solid sebesar 13,7% YoY menjadi Rp 1.562 triliun.
Didukung fundamental bisnis yang kuat, pertumbuhan kredit yang selektif, efisiensi biaya dana, serta kualitas aset yang tetap terjaga, BRI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun atau tumbuh 13,7% YoY.
Hery menegaskan capaian tersebut mencerminkan konsistensi strategi Perseroan dalam menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Menurutnya, BRI optimistis momentum positif tersebut akan terus berlanjut melalui penguatan digitalisasi, penerapan manajemen risiko yang disiplin, serta penciptaan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan.
Baca Juga: Olahan Salak Naik Kelas, BRI Bawa SALAKU Tembus Pasar Global di FHA 2026 Singapura
Ke depan, BRI juga akan terus mempertegas perannya sebagai bank yang berpihak pada ekonomi kerakyatan dengan menjadikan UMKM sebagai pusat pertumbuhan.
Perseroan akan memperkuat ekosistem UMKM secara end-to-end, mulai dari akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga integrasi dengan pasar dan ekosistem digital agar mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami meyakini bahwa pertumbuhan harus berjalan seiring dengan dampak yang nyata. Oleh karena itu, setiap langkah transformasi BRIvolution Reignite yang tengah kami lakukan diarahkan untuk menciptakan nilai tambah, tidak hanya bagi perusahaan dan pemegang saham, tetapi juga bagi masyarakat luas,” tutur Hery. (*/dry)
Editor : Hendriyanto