Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Holding UMi BRI Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan Inklusi Keuangan

Hendriyanto • Kamis, 7 Mei 2026 | 13:30 WIB
TELATEN: Penyuluh BRI memberikan pendampingan edukasi keuangan terhadap pengrajin gerabah.
TELATEN: Penyuluh BRI memberikan pendampingan edukasi keuangan terhadap pengrajin gerabah.

JAKARTA, RadarMadura.id – Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) terus menunjukkan kinerja positif dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Sejak dibentuk pada 13 September 2021, Holding UMi berfokus memperluas literasi dan inklusi keuangan bagi masyarakat. Program ini juga memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro.

Hingga akhir Maret 2026, Holding UMi telah menjangkau lebih dari 33,7 juta nasabah pinjaman. Selain itu, basis simpanan mikro tercatat mencapai lebih dari 166 juta rekening.

Capaian tersebut mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan Holding UMi. Hal ini juga menunjukkan semakin berkembangnya sektor usaha mikro dalam sistem keuangan formal.

Baca Juga: Pulihkan Ekosistem Wisata Laut di Aceh, Pekerja BRI Lakukan Transplantasi Terumbu Karang di Perairan Kepulauan Sabang

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan keberhasilan Holding UMi tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis. Menurutnya, manfaat langsung bagi masyarakat juga menjadi indikator utama.

“Holding UMi telah berkembang menjadi ekosistem yang tidak hanya memperluas akses pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperkuat literasi keuangan dan investasi, serta menciptakan jalur kenaikan kelas yang lebih terstruktur dan terukur bagi pelaku usaha, sehingga memperkuat daya saing di segmen mikro,” ujar Akhmad.

Holding UMi juga terus mengembangkan layanan bullion atau emas. Selain itu, inovasi digital melalui aplikasi Tring dari Pegadaian turut memperkuat ekosistem layanan keuangan.

Layanan tersebut memudahkan masyarakat mengakses investasi emas secara praktis. Inovasi ini juga memperluas pilihan layanan finansial bagi masyarakat.

Hingga Maret 2026, total tabungan emas dan deposito emas dalam ekosistem UMi BRI Group mencapai 22 ton. Angka ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi berbasis emas.

Ekosistem UMi juga dinilai efektif dalam mendorong pelaku usaha naik kelas. Sepanjang Triwulan I 2026, sebanyak 1,2 juta debitur tercatat berhasil melakukan graduasi usaha.

Capaian tersebut menandakan adanya transformasi usaha dari skala ultra mikro menuju usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

Selain pembiayaan, Holding UMi turut memperkuat perlindungan finansial masyarakat melalui asuransi mikro. Perlindungan ini menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat.

“Penguatan ekosistem UMi tidak hanya berbicara soal akses pembiayaan, tetapi juga bagaimana membangun ketahanan finansial masyarakat secara menyeluruh. Dalam konteks tersebut, perlindungan melalui asuransi mikro menjadi elemen yang semakin penting. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, jumlah pemegang polis asuransi mikro tercatat bertambah sebanyak 7,9 juta polis,” jelas Akhmad.

Sebagai bentuk sinergi layanan, Holding UMi juga menghadirkan Sentra Layanan Ultra Mikro atau SenyuM Co-Location. Outlet ini menjadi pusat layanan terpadu bagi nasabah BRI, Pegadaian, dan PNM.
Hingga akhir Maret 2026, jumlah outlet SenyuM Co-Location telah mencapai 1.035 titik layanan di berbagai wilayah Indonesia. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#pelaku usaha mikro #umi bri #UMKM Naik Kelas #bri