Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Fundamental Kuat, BRI Tebar Dividen Rp 52,1 Triliun dan Targetkan Kredit Tumbuh

Hendriyanto • Jumat, 24 April 2026 | 14:02 WIB
BERKEMBANG: BRI menyalurkan deviden usai RUPS tahunan pada 2026.
BERKEMBANG: BRI menyalurkan deviden usai RUPS tahunan pada 2026.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi pemegang saham. Perseroan juga menjaga keberlanjutan bisnis melalui penguatan fundamental keuangan.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026, BRI menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun. Nilai tersebut setara Rp346,00 per saham untuk Tahun Buku 2025.

Jumlah dividen tersebut telah termasuk dividen interim sebesar Rp137 per saham. Dividen interim senilai Rp20,6 triliun telah dibayarkan pada 15 Januari 2026.
Pembagian dividen ini mengacu pada kinerja laba konsolidasian BRI sepanjang 2025. Perseroan mencatat laba tahun berjalan sebesar Rp57,132 triliun.

Sementara itu, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp56,65 triliun. Kinerja ini menjadi dasar kuat dalam pembagian dividen.

Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi menyampaikan bahwa kebijakan ini mencerminkan keseimbangan strategi perusahaan. Perseroan tetap fokus pada penciptaan nilai sekaligus pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga: Tunjukkan Komitmen, BRI beri Kontribusi Kepada Negara Melalui Deviden Interim Sebesar Rp10,88 Triliun

“Dengan likuiditas dan permodalan yang solid, BRI memiliki ruang yang cukup untuk terus mendorong ekspansi kredit secara selektif dan berkualitas, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Hingga akhir Desember 2025, ekuitas BRI tercatat sebesar Rp330,9 triliun. Nilai ini tumbuh 2,4% secara tahunan.
Pertumbuhan ekuitas didukung oleh kemampuan menghasilkan laba secara konsisten. Kondisi ini juga mencerminkan ketahanan permodalan yang tetap kuat.

Capaian tersebut telah memperhitungkan pembayaran dividen sepanjang 2025. Termasuk di dalamnya dividen interim yang telah dibagikan sebelumnya.

Dari sisi likuiditas, BRI mencatat kondisi yang sangat memadai. Hal ini tercermin dari Liquidity Coverage Ratio (LCR) sebesar 136,9%.

Selain itu, Net Stable Funding Ratio (NSFR) tercatat sebesar 117,7%. Kedua rasio ini menunjukkan struktur pendanaan yang stabil.

Permodalan BRI juga berada pada level yang sangat kuat. Rasio kecukupan modal (CAR) secara konsolidasi mencapai 26,63%.
Sementara itu, CAR bank only tercatat sebesar 23,52%. Angka tersebut jauh di atas ketentuan regulator.

Kondisi ini memberikan ruang ekspansi yang luas bagi BRI. Perseroan tetap mampu tumbuh secara terukur dan berkelanjutan.

Baca Juga: Kisah UMKM Diopeni Malang, Perempuan Berdaya Lewat Tenun Lurik dan Dukungan BRI

Sejalan dengan Rencana Kerja Tahunan Perseroan 2026, BRI menargetkan pertumbuhan kredit. Pertumbuhan diproyeksikan berada pada kisaran 7% hingga 9% secara tahunan.

“Proyeksi ini mencerminkan optimisme Perseroan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi domestik, khususnya pada segmen UMKM sebagai core business BRI,” pungkas Achmad. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#rups #Dividen BRI #bri #BBRI