Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Urban Farming BRInita BRI, Solusi Lahan Sempit dan Penguatan Ekonomi Perempuan

Hendriyanto • Kamis, 23 April 2026 | 09:50 WIB
BERDAYA: BRInita memanfaatkan lahan sempit di perkotaan untuk pertanian.
BERDAYA: BRInita memanfaatkan lahan sempit di perkotaan untuk pertanian.

JAKARTA, RadarMadura.id – Perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai lini kehidupan, mulai dari keluarga hingga penggerak ekonomi masyarakat. Di era modern, perempuan juga hadir sebagai mitra setara dalam pembangunan berkelanjutan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) BRI Peduli terus mendorong pemberdayaan perempuan. Salah satunya melalui program BRInita (BRI Bertani di Kota) yang fokus pada pengembangan urban farming di wilayah perkotaan.

Program ini menghadirkan bantuan sarana berupa rumah tanaman atau greenhouse untuk mendukung kegiatan pertanian. Fasilitas tersebut dapat digunakan untuk metode vertikultur, hidroponik, dan wall gardening.

Metode vertikultur memungkinkan penanaman secara bertingkat di lahan sempit. Sementara itu, hidroponik memanfaatkan air tanpa tanah dan wall gardening menggunakan dinding sebagai media tanam.

Baca Juga: BRInita BRI Dorong Perempuan Berdaya, KWT Buaran Sulap Lahan Sempit Jadi Produktif

Melalui metode tersebut, masyarakat dapat membudidayakan berbagai tanaman hortikultura bernilai ekonomi. Tanaman yang dikembangkan meliputi sayuran, buah, bunga, hingga tanaman obat keluarga.

Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan bahwa program BRInita tidak hanya menyediakan infrastruktur. Program ini juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui pendampingan.

“BRInita merupakan inisiatif yang mendorong peran aktif perempuan dalam penguatan ketahanan pangan keluarga dan komunitas, melalui pendampingan pemanfaatan lahan terbatas serta pengelolaan hasil panen yang bernilai tambah,” ujarnya.

BRI juga memberikan pelatihan kepada anggota kelompok dengan melibatkan tenaga ahli dan instansi terkait. Selain itu, perusahaan melakukan monitoring untuk memastikan keberlanjutan program.

Program ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan Tanpa Kelaparan dan Kota Berkelanjutan. Program ini juga mendukung agenda pembangunan nasional dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Sejak diluncurkan pada 2022, BRInita telah memberdayakan 40 kelompok di 40 titik ruang terbuka hijau. Program ini melibatkan sebanyak 1.351 peserta di berbagai wilayah Indonesia.

Program BRInita tercatat berkontribusi hingga 47 persen terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Kontribusi tersebut terutama dirasakan oleh perempuan yang terlibat dalam program.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, BRI Tanam 500 Mangrove di Muara Gembong Bekasi

Dari sisi lingkungan, program ini menghasilkan 25.828 tanaman sayuran dan 12.120 liter pupuk organik cair. Selain itu, program ini juga menghasilkan 2.315 liter eco enzyme, 70 produk olahan pupuk, serta 100 kilogram maggot BSF.

Program ini juga berkontribusi terhadap efisiensi emisi gas rumah kaca sebesar 645,7 kg CO2-eq. Dampak tersebut memperkuat peran urban farming dalam menjaga lingkungan.

“Program BRInita menjadi wadah positif yang mendorong perempuan untuk lebih aktif, produktif, dan inovatif melalui urban farming, sekaligus mendukung kelestarian lingkungan,” tambah Dhanny.

Melalui program ini, BRI tidak hanya mendorong ketahanan pangan. Program ini juga membuka peluang bagi perempuan untuk berkembang dan menjadi agen perubahan di lingkungan sekitar. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#perempuan masakini #bri #BRInita #Pertanian #urban farming