Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Inni Dawet Jaga Kuliner Tradisional di Tengah Tren Kekinian, Tumbuh Berkat LinkUMKM BRI

Hendriyanto • Senin, 30 Maret 2026 | 07:57 WIB
MENGGODA: Tampilan  dawet Inni Dawet dari Jakarta sudah menyelaraskan dengan cita rasa kekinian.
MENGGODA: Tampilan dawet Inni Dawet dari Jakarta sudah menyelaraskan dengan cita rasa kekinian.

JAKARTA, RadarMadura.id – Inni Dawet di Jakarta Timur tetap bertahan di tengah tren minuman kekinian. Usaha ini mengusung es dawet sebagai produk utama dengan kemasan modern.

Produk tersebut tetap mempertahankan cita rasa tradisional. Penggunaan santan segar dan gula merah asli menjadi keunggulan utama.

Penyajian yang segar dipadukan dengan variasi topping. Kemasan praktis membuat produk ini diminati berbagai kalangan.

Pemilik Inni Dawet, Rilla Kusuma Dewi, menuturkan bahwa usaha ini berangkat dari keinginan menjaga minuman tradisional. Ia ingin menghadirkan produk yang tetap relevan di tengah perubahan tren.

“Usaha UMKM Inni Dawet berdiri sejak tahun 2019. Ide awal usaha ini muncul dari keinginan untuk menghadirkan minuman tradisional yang segar, terjangkau, dan tetap diminati oleh semua kalangan, terutama di tengah banyaknya minuman kekinian. Produk utama yang dijual adalah es dawet, yang dipilih karena memiliki cita rasa khas Indonesia dan memiliki potensi pasar yang luas. Pada awal menjalankan usaha, penjualan dilakukan secara sederhana dengan peralatan terbatas dan pemasaran dari mulut ke mulut,” ujar Rilla.

Dalam perjalanannya, Inni Dawet menghadapi berbagai tantangan. Keterbatasan modal dan persaingan menjadi hambatan utama.

Namun, usaha ini tetap berkembang dengan menjaga kualitas produk. Pelayanan ramah dan inovasi kemasan juga menjadi kunci mempertahankan pelanggan.

Pemasaran diperluas melalui pameran dan berbagai event. Skema business-to-business (B2B) juga dimanfaatkan untuk meningkatkan penjualan.

Untuk meningkatkan kapasitas usaha, Rilla mengikuti pelatihan di Rumah BUMN. Dari sana, ia mengenal LinkUMKM BRI sebagai sarana pengembangan bisnis.

Dalam operasionalnya, Inni Dawet memanfaatkan layanan QRIS BRI dan rekening usaha. Hal ini membuat transaksi lebih praktis dan pencatatan keuangan lebih rapi.

“Sejauh ini, LinkUMKM sangat membantu dalam pengembangan usaha Inni Dawet, terutama melalui pelatihan dan materi edukasi yang diberikan. Beberapa hal yang paling terasa manfaatnya adalah pemahaman tentang strategi pemasaran digital, pengemasan produk, serta pengelolaan keuangan usaha. Setelah mengikuti pendampingan dan mulai menerapkan ilmu yang didapat, usaha Inni Dawet mengalami peningkatan dalam hal jumlah pesanan dan jangkauan pasar. Promosi melalui media sosial menjadi lebih terarah, sehingga produk lebih dikenal oleh pelanggan baru. Selain itu, usaha juga mulai meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan yang terus bertambah,” ujarnya.

BRI melalui LinkUMKM terus menghadirkan ekosistem pembelajaran bagi pelaku UMKM. Program ini mendukung peningkatan kapasitas usaha secara berkelanjutan.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta UMKM. Platform ini membantu penguatan kompetensi hingga perluasan akses pasar.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang terintegrasi. Fitur tersebut meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB.

Selain itu, tersedia 750 modul pembelajaran bagi pelaku usaha. Materi ini dirancang untuk memperkuat soft skill dan hard skill.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa LinkUMKM menjadi strategi penguatan UMKM. Program ini mendorong pelaku usaha agar lebih adaptif terhadap perubahan pasar.

“Melalui LinkUMKM, BRI berkomitmen menghadirkan ekosistem pemberdayaan yang mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya secara lebih terarah. Salah satu contohnya adalah Inni Dawet yang memanfaatkan ekosistem ini dalam mengembangkan usahanya melalui pembelajaran dan pendampingan yang berkelanjutan. Dengan pendekatan tersebut, kami berharap UMKM dapat memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional,” ungkapnya. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#Minuman Tradisional #bri #kuliner nusantara #LinkUMKM #jakarta #dawet