Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Pemberdayaan BRI Dorong UMKM dan Ekonomi Desa Empang Baru

Hendriyanto • Minggu, 29 Maret 2026 | 12:48 WIB
DESA MANDIRI: Budidaya keramba apung di Desa Empang Baru di Kabupaten Siak, Riau.
DESA MANDIRI: Budidaya keramba apung di Desa Empang Baru di Kabupaten Siak, Riau.

JAKARTA, RadarMadura.id – Desa Empang Baru di Kabupaten Siak, Riau, menunjukkan perkembangan ekonomi yang semakin dinamis. Masyarakat mengembangkan berbagai lini usaha untuk memperkuat perekonomian desa.

Desa seluas 1.660 hektare ini tidak bergantung pada satu sektor. Warga mengembangkan usaha mulai dari perkebunan, peternakan, perdagangan, hingga UMKM rumahan.

Kepala Desa Empang Baru, Partono Ahmad Cani, menyampaikan bahwa kekuatan ekonomi desa terletak pada kolaborasi. Pelaku usaha saling mendukung dalam mengembangkan bisnisnya.

“UMKM seperti Ting Ting Jahe dan usaha Kerambah Apung menjadi andalan kami. Kehadiran program Desa BRILiaN dari BRI juga mempercepat peningkatan kapasitas usaha masyarakat,” ujarnya.

Peran BUMKam Mekar Sari menjadi fondasi dalam pengelolaan ekonomi desa. Lembaga ini menghubungkan masyarakat dengan akses pembiayaan dan layanan keuangan formal.

BUMKam juga mengelola berbagai unit usaha secara terintegrasi. Hal ini mendorong pertumbuhan ekonomi desa yang lebih terarah.

Beragam usaha masyarakat terus berkembang di berbagai sektor. Warga mengelola peternakan, perikanan kerambah apung, hingga produksi olahan pangan.
Produk UMKM seperti Ting Ting Jahe kini semakin dikenal luas. Pengembangan usaha juga melibatkan kelompok ibu-ibu PKK.

Di sisi lain, sektor perikanan melalui kerambah apung memberikan kontribusi signifikan. Pengelolaan yang berkelanjutan turut meningkatkan pendapatan masyarakat.

BRI memperkuat aktivitas ekonomi desa melalui layanan keuangan inklusif. Dukungan diberikan melalui pembiayaan, AgenBRILink, serta transaksi digital.

Pemanfaatan QRIS dan aplikasi BRImo memudahkan masyarakat dalam bertransaksi. Layanan ini juga membantu pengelolaan usaha menjadi lebih efisien.

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menegaskan bahwa pengembangan desa sejalan dengan program Desa BRILiaN. Program ini bertujuan menciptakan desa yang tangguh dan berkelanjutan.

“Desa BRILiaN merupakan program pemberdayaan yang mengedepankan penguatan kelembagaan desa, digitalisasi layanan keuangan, keberlanjutan ekonomi, serta inovasi masyarakat desa. Melalui pendekatan ini, BRI mendorong desa untuk tumbuh secara mandiri dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki,” jelas Akhmad.

Hingga saat ini, program Desa BRILiaN telah menjangkau lebih dari 5.200 desa di Indonesia. Desa Empang Baru menjadi salah satu contoh desa yang menunjukkan perkembangan positif.

“Ke depan, BRI akan terus memperkuat pendampingan agar desa-desa di Indonesia mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berdaya saing,” pungkasnya.

Perkembangan Desa Empang Baru menunjukkan pentingnya sinergi berbagai pihak. Kolaborasi antara masyarakat, kelembagaan desa, dan sektor keuangan menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#desa empang baru #Desa BRILian #bri #umkm #riau #desa mandiri