Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Desa Banyuanyar Jadi Green Smart Village, Tumbuh Lewat Pemberdayaan Desa BRILiaN

Hendriyanto • Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:08 WIB
MANDIRI: Desa Banyuanyar di Kabupaten Boyolali menjadi desa Smart Village berkat binaan BRI.
MANDIRI: Desa Banyuanyar di Kabupaten Boyolali menjadi desa Smart Village berkat binaan BRI.

BOYOLALI, RadarMadura.id – Desa Banyuanyar di Kabupaten Boyolali bertransformasi menjadi desa ramah lingkungan berbasis kolaborasi. Desa ini kini dikenal sebagai Banyuanyar Green Smart Village.

Konsep tersebut mengusung desa pintar yang berorientasi pada keberlanjutan dan kekuatan masyarakat. Perubahan ini menjadikan Banyuanyar sebagai desa percontohan.

Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, menuturkan bahwa transformasi ini tidak terjadi secara instan. Pembangunan dilakukan secara bertahap melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Dengan moto kami, rumah besar kami, Banyuanyar Green Smart Village, perjalanan waktu, proses yang tidak mudah, mulailah kami bisa membangun namanya kampung UMKM," urainya.

Salah satu fondasi utama desa ini adalah pengembangan kampung UMKM. Konsep yang digunakan adalah One Kampung One Product (OKOP).

Setiap kampung memiliki produk unggulan masing-masing. Produk tersebut meliputi kampung kopi, kampung susu, kampung madu, hingga kampung biofarmaka.

Seluruh proses produksi dilakukan oleh masyarakat setempat. Model ini menegaskan bahwa usaha tersebut milik warga, bukan pemerintah.

Konsep ini diperkuat oleh BUMDes Kampus Kopi Banyuanyar. Lembaga tersebut mengelola berbagai unit usaha berbasis masyarakat.

Direktur BUMDes, Musli, menyampaikan bahwa sektor wisata menjadi keunggulan desa. Desa mengembangkan wisata edukasi berbasis komunitas.

"Kami melihat bahwa Banyuanyar ini cukup layak untuk didorong menjadi desa yang bisa mengembangkan potensi wisata, terutama untuk edukasi dan itu berbasis masyarakat," jelasnya.

Di Kampung Susu, pengembangan usaha terlihat dari sektor peternakan. Peternak kini mengolah susu menjadi produk bernilai tambah.

Beragam produk dihasilkan, mulai dari susu pasteurisasi hingga yoghurt. Produk tersebut diproduksi di “Omah Susu Koboy”.

"Dengan memiliki produk olahan sendiri, nilai ekonomi susu meningkat dan penghasilan peternak juga ada peningkatan sedikit daripada kita jual ke pengepul," tuturnya.

Inisiatif serupa juga berkembang di klaster kopi melalui Kedai Barendo. Petani kini mampu mengolah dan memasarkan kopi secara mandiri.

Sementara itu, klaster biofarmaka mengembangkan produk berbasis tanaman obat keluarga. Kelompok ibu-ibu mengolahnya menjadi produk pangan dan minuman modern.

Perkembangan desa semakin diperkuat melalui program Desa BRILiaN. BRI memberikan pendampingan mulai dari penguatan UMKM hingga digitalisasi.
Dukungan juga mencakup peningkatan kapasitas SDM, branding, hingga promosi. Program ini membantu desa memperluas akses pasar.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa Desa BRILiaN menjadi program pemberdayaan desa. Program ini dibangun di atas empat pilar utama.

“Kisah Banyuanyar menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari desa, ketika kolaborasi, inovasi, dan semangat masyarakat berjalan beriringan. Dari kampung ke kampung, dari satu produk ke produk lainnya, Banyuanyar Green Smart Village kini bukan sekadar konsep melainkan inspirasi nyata pembangunan desa berbasis kemandirian dan keberlanjutan” tegas Dhanny. (*/dry)

Desa Banyuanyar Boyolali berkembang jadi Green Smart Village lewat program Desa BRILiaN dan pemberdayaan UMKM berbasis masyarakat.

Usulan 3 Judul SEO
Desa Banyuanyar Boyolali Jadi Green Smart Village Berbasis UMKM
Desa BRILiaN Dorong Banyuanyar Jadi Desa Mandiri dan Ramah Lingkungan
Kampung UMKM Banyuanyar Tumbuh, Jadi Contoh Desa Berkelanjutan
Kalau mau, saya bisa �⁠buatkan versi feature panjang (lebih storytelling, cocok untuk rubrik inspiratif nasional).

####
Berikut hasil penyuntingan naskah berita sesuai arahan:
Naskah Berita (Hasil Edit)

  pengepul," tuturnya.

Inisiatif serupa juga berkembang di klaster kopi melalui Kedai Barendo. Petani kini mampu mengolah dan memasarkan kopi secara mandiri.

Sementara itu, klaster biofarmaka mengembangkan produk berbasis tanaman obat keluarga. Kelompok ibu-ibu mengolahnya menjadi produk pangan dan minuman modern.

Perkembangan desa semakin diperkuat melalui program Desa BRILiaN. BRI memberikan pendampingan mulai dari penguatan UMKM hingga digitalisasi.

Dukungan juga mencakup peningkatan kapasitas SDM, branding, hingga promosi. Program ini membantu desa memperluas akses pasar.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa Desa BRILiaN menjadi program pemberdayaan desa. Program ini dibangun di atas empat pilar utama.

“Kisah Banyuanyar menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat tumbuh dari desa, ketika kolaborasi, inovasi, dan semangat masyarakat berjalan beriringan. Dari kampung ke kampung, dari satu produk ke produk lainnya, Banyuanyar Green Smart Village kini bukan sekadar konsep melainkan inspirasi nyata pembangunan desa berbasis kemandirian dan keberlanjutan” tegas Dhanny. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#Desa BRILian #boyolali #Desa Banyuanyar #bri #radar madura #BRILian