Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Berawal dari Baso Aci Rumahan, Tercabaikan Kembangkan Kuliner Tradisional Modern lewat Dukungan BRI

Hendriyanto • Kamis, 26 Maret 2026 | 15:18 WIB
MAKIN BERKEMBANG: Hasil olahan pelaku UMKM asal Bandung.
MAKIN BERKEMBANG: Hasil olahan pelaku UMKM asal Bandung.

BANDUNG, RadarMadura.id – Berawal dari ketertarikan mengembangkan kuliner berbasis tepung aci, Tercabaikan tumbuh sebagai usaha makanan lokal di Bandung.

Usaha ini menghadirkan berbagai menu seperti baso aci, cimol bojot, cireng kuah, mie kocok, kupat tahu, mie ayam, hingga cilok.

Tercabaikan terus mengembangkan cita rasa dan inovasi produk agar tetap relevan dengan selera pasar. Pendekatan ini menghadirkan kuliner tradisional dengan sentuhan yang lebih modern.

Produk Tercabaikan dikenal dengan rasa yang kaya bumbu serta beragam pilihan topping dan isian. Inovasi juga dilakukan melalui varian menu seperti kupat tahu dengan sambal geprek atau chili oil, serta baso aci dengan pilihan kuah keju, seblak, dan soto.

Pemilik Tercabaikan, Inggra DP, mengungkapkan bahwa ide usaha ini muncul dari pengalamannya saat berkunjung ke Garut. Ia melihat tingginya minat masyarakat terhadap kuliner baso aci di daerah tersebut.

“Usaha ini berawal dari keputusan saya untuk berhenti dari pekerjaan sebelumnya. Ide membuat baso aci muncul ketika saya berkunjung ke Garut dan melihat sebuah toko baso aci yang sangat ramai hingga para pembeli rela mengantre sejak subuh. Dari situ timbul rasa penasaran, lalu saya mencoba membuat versi sendiri di rumah dan menjadikannya oleh-oleh untuk keluarga,” ujarnya.

Respons positif dari keluarga dan lingkungan sekitar mendorong usaha ini berkembang secara bertahap. Pada momen syukuran pernikahan tahun 2017, Inggra membagikan baso aci kepada keluarga dan tetangga.

Dari momen tersebut, mulai muncul pesanan pre-order yang menjadi titik awal perkembangan usaha. Sejak saat itu, Tercabaikan terus tumbuh hingga menjadi usaha kuliner yang dikenal saat ini.

Dalam perjalanan usaha, berbagai tantangan dihadapi terutama pada tahap awal. Inggra menjalankan seluruh proses usaha sendiri, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pemasaran.

Pengembangan pemasaran dilakukan melalui berbagai kanal digital. Kanal tersebut meliputi website, marketplace, media sosial, WhatsApp Business, serta layanan pesan antar.

Seiring perkembangan usaha, Inggra terus meningkatkan kapasitas bisnis melalui pelatihan. Ia memanfaatkan platform LinkUMKM BRI, khususnya melalui program di Rumah BUMN Bandung.

“Saya pertama kali mengenal LinkUMKM BRI sekitar tahun 2020 saat mengikuti pelatihan di Rumah BUMN. Dari sanalah saya diperkenalkan dengan berbagai program pelatihan yang disediakan oleh LinkUMKM. Menurut saya program ini sangat bermanfaat karena menyediakan pelatihan gratis yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha, bahkan hingga topik-topik yang sedang tren seperti pelatihan mengenai kecerdasan buatan,” jelasnya.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku UMKM. Platform ini menjadi sarana pendampingan usaha secara daring dari peningkatan kapasitas hingga penguatan akses pasar.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang terintegrasi. Fitur tersebut meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB.

Selain itu, tersedia 750 modul pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha. Materi ini dirancang untuk memperkuat soft skill dan hard skill.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyampaikan bahwa LinkUMKM BRI menjadi ekosistem pembelajaran bagi UMKM. Program ini membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas secara berkelanjutan.

“Melalui LinkUMKM, BRI mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kapasitas usaha melalui akses pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis saat ini. Ekosistem ini juga membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperluas jejaring sekaligus menangkap peluang pasar yang semakin berkembang di era digital. Dengan penguatan kapasitas yang berkelanjutan, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu naik kelas dan memberikan kontribusi lebih besar bagi perekonomian nasional,” ujarnya. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#inovasi produk #kuliner #bandung #LinkUMKM BRI