Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Berawal dari Relawan Gempa Lombok, BeeFam’s Sukses Kembangkan Madu Trigona Berkat Dukungan LinkUMKM BRI

Hendriyanto • Selasa, 24 Maret 2026 | 10:47 WIB
BeeFam’s merupakan usaha madu trigona di Jakarta Barat binaan LinkUMKM BRI yang sudah dikenal luas.
BeeFam’s merupakan usaha madu trigona di Jakarta Barat binaan LinkUMKM BRI yang sudah dikenal luas.

JAKARTA, RadarMadura.id – Bee Family Healthy atau BeeFam’s merupakan usaha madu trigona di Jakarta Barat yang berdiri sejak 2018. Usaha ini menawarkan produk madu trigona dan bee pollen trigona yang menjadi favorit konsumen.

Karakter rasa madu trigona yang sedikit asam menjadi keunggulan BeeFam’s. Keunikan rasa tersebut membuat produk ini memiliki daya tarik tersendiri di pasar.

Founder BeeFam’s, Risky, mengungkapkan bahwa usaha ini berawal dari pengalaman sebagai relawan saat Gempa Lombok 2018. Pengalaman tersebut memperkenalkannya pada manfaat madu trigona dalam kondisi darurat.

“Pada tahun 2018, saat terjadi Gempa Lombok 2018, saya terlibat sebagai relawan yang membantu para penyintas bencana di Lombok. Di tengah kondisi darurat, keterbatasan makanan dan obat-obatan membuat banyak orang harus bertahan dengan apa yang tersedia di alam sekitar. Saat itu saya melihat sesuatu yang sangat berharga: madu dari lebah trigona menjadi salah satu sumber energi alami yang membantu para penyintas tetap bertahan. Madu tersebut dimanfaatkan untuk menjaga stamina, membantu pemulihan tubuh, dan menjadi alternatif nutrisi ketika akses makanan sangat terbatas,” ujarnya.

Pengalaman tersebut mendorong Risky menekuni budidaya lebah trigona secara serius. Ia kemudian mengembangkan BeeFam’s sebagai usaha yang fokus pada produk berbasis madu trigona.

BeeFam’s memasarkan produknya melalui berbagai kanal penjualan. Saluran tersebut meliputi gerai offline, reseller, marketplace, social commerce, B2B, hingga pameran dan event.

Jangkauan pasar BeeFam’s terus berkembang dari lokal hingga antar kota dan antar pulau. Hal ini menunjukkan tingginya minat konsumen terhadap produk madu trigona.

Risky menyampaikan bahwa BeeFam’s memanfaatkan LinkUMKM BRI sebagai sarana belajar dan memperluas jaringan usaha. Platform ini membantu pelaku UMKM terhubung dan berkembang bersama.

“BeeFam’s pertama kali mengenal LinkUMKM BRI melalui informasi di media digital dan komunitas pelaku UMKM yang sering membagikan program pengembangan usaha dari Bank Rakyat Indonesia. Saat itu, saya sedang mencari wadah belajar yang dapat membantu mengembangkan usaha madu trigona yang sedang saya rintis. Ketika mempelajari lebih jauh, saya melihat bahwa LinkUMKM BRI menyediakan banyak materi edukasi, pelatihan, serta kesempatan untuk terhubung dengan pelaku UMKM lainnya di seluruh Indonesia. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk bergabung dan aktif, karena BeeFam’s ingin terus belajar, berkembang, serta memperluas jaringan usaha agar dapat membawa manfaat lebih besar bagi masyarakat dan lingkungan melalui budidaya lebah trigona,” ungkapnya.

Dalam operasional sehari-hari, BeeFam’s memanfaatkan berbagai layanan BRI. Layanan tersebut meliputi QRIS BRI, transaksi perbankan, pembiayaan, dan tabungan untuk mendukung kegiatan usaha.

Pemanfaatan pembayaran nontunai membuat transaksi menjadi lebih cepat dan praktis. Selain itu, sistem ini membantu pencatatan keuangan usaha menjadi lebih rapi dan terkelola.

Hingga akhir 2025, LinkUMKM telah dimanfaatkan lebih dari 14,98 juta pelaku UMKM. Platform ini menjadi sarana pendampingan usaha secara daring dari peningkatan kapasitas hingga akses pasar.

LinkUMKM menghadirkan enam fitur utama yang terintegrasi. Fitur tersebut meliputi UMKM Smart, Rumah BUMN, UMKM Media, Komunitas, Etalase Digital, dan Register NIB.

Selain itu, tersedia lebih dari 750 modul pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan pelaku usaha. Materi tersebut mencakup penguatan soft skill dan hard skill dalam menjalankan bisnis.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas UMKM melalui pembelajaran yang relevan. Hal ini dinilai penting agar pelaku usaha mampu berkembang dan memperluas pasar.

“LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis, mulai dari penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang. Kami mendorong UMKM memanfaatkan ekosistem pembelajaran dan pendampingan agar pengelolaan usaha berjalan lebih terarah dan adaptif terhadap kebutuhan nasabah yang terus berkembang. Melalui program tersebut, BRI berkomitmen memperkuat UMKM sebagai pilar ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#madu trigona #LinkUMKM BRI #jakarta barat #ternak madu