Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bandeng Juwana Elrina, Oleh-Oleh Legendaris Semarang yang Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Hendriyanto • Minggu, 22 Maret 2026 | 14:43 WIB
DIBURU: Bandeng Juwana Elrina salah satu olahan bandeng presto yang selalu menjadi oleh-oleh saat ke Semarang.
DIBURU: Bandeng Juwana Elrina salah satu olahan bandeng presto yang selalu menjadi oleh-oleh saat ke Semarang.

SEMARANG, RadarMadura.id – Kota Semarang selalu menjadi magnet bagi para pemudik saat musim Lebaran. Tak hanya sebagai kota persinggahan, Semarang juga dikenal sebagai surga oleh-oleh khas yang selalu diburu wisatawan.

Salah satu yang paling legendaris adalah Bandeng Juwana Elrina. Nama ini sudah begitu melekat di benak masyarakat sebagai ikon oleh-oleh khas berupa bandeng presto yang telah bertahan puluhan tahun.

Bagi banyak pemudik, perjalanan melintasi Semarang terasa belum lengkap tanpa singgah dan membawa pulang produk khas dari toko tersebut.

Jason Nathaniel Kusmadi, cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina, menceritakan bahwa usaha ini berawal dari mimpi sederhana sang kakek untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang lebih tinggi.

Awalnya, keluarga berencana membuka usaha bakery. Namun keterbatasan modal membuat rencana tersebut berubah arah setelah melihat peluang dari banyaknya penjual bandeng di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka.

Dari situlah usaha bandeng mulai dirintis secara sederhana di depan rumah pada 3 Januari 1981.

“Awalnya hanya stand kecil yang menempel di rumah, bahkan sekaligus menjadi tempat praktik dokter,” ungkap Jason.

Seiring waktu, usaha tersebut berkembang pesat. Tiga tahun kemudian, tepatnya pada 1984, stand kecil itu berubah menjadi toko oleh-oleh yang lebih besar.

Produk utama yang ditawarkan tetap bandeng presto dengan duri lunak yang menjadi ciri khas.

Namun, untuk bertahan di tengah persaingan, inovasi terus dilakukan. Kini, berbagai varian olahan bandeng seperti bandeng asap, otak-otak, hingga bandeng tanpa duri turut melengkapi pilihan produk.

Tak hanya itu, Bandeng Juwana Elrina juga mengembangkan produk lain seperti wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia untuk memperluas pasar.

“Kalau hanya jualan bandeng, tentu akan sulit bersaing. Jadi kami terus berinovasi,” ujar Jason.

Menariknya, toko ini juga membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk menitipkan produknya.

Berbagai produk khas seperti moci, jenang, keripik, hingga abon kini dapat ditemukan di satu tempat, menjadikan toko ini sebagai pusat oleh-oleh terpadu atau one stop shopping.

Konsep tersebut terbukti efektif dalam menarik minat wisatawan dan pemudik yang ingin mendapatkan berbagai oleh-oleh dalam satu kunjungan.

Dalam pengembangan usahanya, Bandeng Juwana Elrina juga mendapat dukungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Dukungan tersebut meliputi akses pembiayaan, pelatihan pengelolaan keuangan, hingga bantuan dalam pengurusan perizinan seperti PIRT dan sertifikasi halal.

Di area toko juga terdapat BRI Corner yang menyediakan berbagai produk kerajinan dan menghadirkan promo menarik bagi pelanggan.

Jason menyebutkan bahwa kolaborasi tersebut memberikan manfaat tidak hanya bagi usaha mereka, tetapi juga bagi UMKM lain yang ikut berkembang bersama.

Menariknya, puncak keramaian toko justru terjadi setelah Lebaran, saat arus balik pemudik.

“Biasanya setelah Lebaran, saat arus balik, banyak orang mampir membeli oleh-oleh,” katanya.

Sementara itu, Corporate Secretary BRI, Dhanny, menegaskan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung pelaku usaha melalui akses pembiayaan dan program pemberdayaan.

Menurutnya, kisah Bandeng Juwana Elrina menjadi contoh nyata bagaimana dukungan perbankan dapat mendorong UMKM berkembang dan berdaya saing.

“Dengan pendanaan dan pemberdayaan dari BRI, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas usaha, membuka lapangan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah,” ujarnya.

Melalui kolaborasi tersebut, Bandeng Juwana Elrina tidak hanya menjadi ikon kuliner Semarang, tetapi juga simbol keberhasilan UMKM yang tumbuh berkelanjutan bersama dukungan ekosistem yang tepat. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#Bandeng Juwana #UMKM Binaan BRI #oleh-oleh #bri #bandeng presto #semarang