Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Transaction Banking BRI Tumbuh Impresif, Perkuat Dana Murah Lewat Ekosistem Digital

Hendriyanto • Kamis, 5 Maret 2026 | 10:27 WIB

APLIKASI: Pengguna BRImo terus meningkat dan sangat membantu mempermudah para nasabah untuk bertransaksi.
APLIKASI: Pengguna BRImo terus meningkat dan sangat membantu mempermudah para nasabah untuk bertransaksi.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mencatatkan kinerja transaction banking yang impresif hingga Desember 2025. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan transaksi digital pada segmen ritel, nasabah bisnis, hingga ekosistem pembayaran.

Penguatan tersebut mempertegas kapabilitas BRI dalam mengelola aktivitas transaksi lintas segmen. Kondisi ini sekaligus memperkokoh struktur pendanaan melalui penguatan dana murah atau CASA.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BRI Hery Gunardi dalam press conference Kinerja Keuangan BRI Triwulan IV 2025 pada Kamis (26/02) di Jakarta. Ia menjelaskan bahwa perseroan terus menjalankan transformasi untuk memperkuat struktur pendanaan.

“Sebagai bagian dari transformasi BRIVolution Reignite, BRI melakukan transformasi pada Funding Franchise yang bertujuan memperkuat struktur pendanaan perusahaan agar semakin efisien, stabil, dan berbasis dana murah. Dua strategi yang dijalankan yakni penguatan dana murah serta peningkatkan kapabilitas di bidang transaction banking. BRI mempercepat pertumbuhan CASA melalui optimalisasi digital channel (BRImo, BRILink, QRIS) serta peningkatan penetrasi business cluster. Sementara itu di segmen ritel, penguatan difokuskan pada pengembangan SuperApp BRImo dan ekosistem pembayaran,” ujar Hery.

Baca Juga: Lewat BRIncubator BRI, Brand Hijab Hijasmita Tembus Pasar Internasional

Peningkatan aktivitas transaksi ritel di kanal digital BRI terlihat dari pertumbuhan pengguna dan transaksi melalui aplikasi BRImo. Hingga Desember 2025, pengguna BRImo tercatat mencapai 45,9 juta atau tumbuh 18,9 persen secara tahunan (YoY).

Nilai transaksi BRImo juga meningkat signifikan. Sepanjang periode tersebut, nilai transaksi mencapai Rp7.076,9 triliun atau naik 26,4 persen YoY.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto menambahkan bahwa pertumbuhan transaksi digital turut memperkuat ekosistem pembayaran BRI. Hal ini menjadi salah satu pendorong peningkatan aktivitas transaksi nasabah ritel.

Untuk segmen menengah, komersial, dan korporasi, BRI juga memperkuat layanan transaction banking melalui platform Qlola. Platform tersebut menyediakan layanan cash management dan transaksi bisnis end-to-end bagi nasabah korporasi.

Hingga Desember 2025, pengguna aktif Qlola tercatat mencapai 113 ribu atau tumbuh 48,1 persen YoY. Peningkatan ini sejalan dengan volume transaksi yang naik 36,2 persen YoY menjadi Rp13.456 triliun.
Perseroan juga memperluas akseptasi pembayaran pada merchant di berbagai sektor usaha. Langkah tersebut mendorong volume penjualan merchant meningkat 48,1 persen YoY menjadi Rp223,2 triliun.

Baca Juga: BRI Perkuat Program Gentengisasi Lewat KUR Perumahan, Dukung Hunian Layak

Untuk layanan QRIS BRI, tren pertumbuhan juga terlihat signifikan. Sales volume meningkat 100 persen YoY menjadi Rp85,6 triliun.

Sementara itu, jumlah transaksi QRIS BRI tumbuh 127,5 persen YoY menjadi lebih dari 782,8 miliar transaksi. Capaian tersebut menunjukkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital di masyarakat.

Hery menegaskan bahwa BRI akan terus mengembangkan kapabilitas transaction banking melalui penguatan platform digital. Perseroan juga akan meningkatkan layanan bagi merchant dan ekosistem bisnis untuk mendorong pertumbuhan dana murah secara berkelanjutan.

“Capaian ini menegaskan bahwa transformasi BRIVolution Reignite yang sedang dijalankan tidak hanya memperkuat basis dana murah, tetapi juga memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.

Peningkatan transaksi pada kanal digital dan ekosistem pembayaran terbukti memperkuat basis dana giro dan tabungan. Kondisi tersebut membuat porsi CASA tetap tinggi dan biaya dana menjadi lebih efisien.

Hingga akhir 2025, Dana Pihak Ketiga BRI tumbuh 7,4 persen YoY menjadi Rp1.467 triliun. Rasio CASA tercatat mencapai 70,6 persen dengan cost of fund DPK membaik menjadi 2,9 persen dibandingkan 3,1 persen pada akhir 2024. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#QRIS #AgenBRILink #BRImo #bri