Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lewat BRIncubator BRI, Brand Hijab Hijasmita Tembus Pasar Internasional

Hendriyanto • Selasa, 3 Maret 2026 | 21:37 WIB

BRAND LOKAL: Hijasmita hijab berhasil menembus pasar internasional.
BRAND LOKAL: Hijasmita hijab berhasil menembus pasar internasional.

JAKARTA, RadarMadura.id – Scarf dan hijab kini tidak lagi sekadar pelengkap busana, melainkan medium ekspresi dan cerita. Hal itu diwujudkan oleh Hijasmita, brand fesyen asal Jakarta Timur yang mengangkat keindahan serta kearifan lokal Indonesia melalui desain scarf dan outer bergaya modern.

Hijasmita didirikan Mita pada awal 2019 setelah ia memutuskan resign dari pekerjaannya di akhir 2018. Berangkat dari keinginan untuk tetap produktif dan membangun usaha sendiri, ia memilih bisnis fesyen di tengah tren hijab printing yang berkembang pesat.

Namun, Mita menyadari pentingnya karakter brand yang kuat sehingga aktif mengikuti pelatihan dan program pembinaan untuk menemukan identitas Hijasmita.

Nama Hijasmita memiliki makna personal, diambil dari nama Asmita dan dimaknai sebagai simbol hijrah atau perubahan. Nama tersebut merepresentasikan perjalanan Mita dari karyawan menjadi wirausaha.

Sejak awal, Hijasmita tidak sekadar menjual produk fesyen, tetapi juga membawa pesan transformasi dan pengembangan diri.

Baca Juga: BRI Perkuat Program Gentengisasi Lewat KUR Perumahan, Dukung Hunian Layak

Produk Hijasmita berfokus pada scarf yang fleksibel digunakan sebagai hijab, outer, waspina, hingga turunan seperti pouch dan scrunchie.

Seluruh proses produksi mengedepankan prinsip keberlanjutan dengan memanfaatkan sisa kain agar tidak terbuang, sehingga setiap bahan memiliki nilai guna maksimal.

“Scarf itu sangat fleksibel, tidak hanya sebagai hijab, tetapi juga bisa menjadi outer, waspina, hingga diolah dari sisa kainnya. Saya ingin setiap bahan yang diproduksi tetap dimanfaatkan agar tidak terbuang sia-sia,” ujar Mita.

Ciri khas Hijasmita terletak pada motif yang mengangkat ornamen lokal, khususnya dari Jakarta seperti gigi balang, langkan, padi, serta flora Nusantara yang diterjemahkan dalam desain modern.

Karya-karyanya telah tampil di berbagai pameran, masuk ke department store, menjalin kemitraan hingga Bali, serta menembus pasar internasional seperti Korea dan Malaysia.

Baca Juga: BRI Cetak Laba Rp 57,132 Triliun di 2025, Perkuat Ekonomi Rakyat dan KUR

Perjalanan usaha ini memasuki babak baru saat Mita bergabung dengan Rumah BUMN Jakarta dan mengikuti program BRIncubator pada 2023 yang digagas oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Melalui program tersebut, ia memperoleh pendampingan intensif yang membantu arah pengembangan usahanya menjadi lebih terstruktur dan strategis.

Mita merasakan materi BRIncubator sangat aplikatif karena tidak hanya bersifat teoritis, tetapi langsung membahas tantangan nyata yang dihadapi pelaku usaha. Ia mendapatkan pembekalan mengenai pemasaran, branding, digitalisasi, serta pengelolaan keuangan yang dapat langsung diterapkan dalam operasional sehari-hari.

“Materinya sangat aplikatif. Kita nggak cuma dikasih teori, tapi benar-benar diajak diskusi sesuai masalah usaha yang lagi kita hadapi. Jadi apa yang dipelajari itu langsung kepakai di usaha aku sehari-hari,” kata Mita.

Baca Juga: Andini Nanda Sukma, Mahasiswi UTM yang Selalu Tampil Elegan dengan Koleksi Bros Hijab

Dari proses evaluasi selama program, Mita menyadari pentingnya fokus dalam pengembangan produk dan penentuan target pasar. Salah satu keputusan strategis yang diambil adalah memaksimalkan produk outer yang ternyata memiliki pasar lebih luas dibandingkan hijab, tanpa meninggalkan identitas budaya sebagai karakter utama Hijasmita.

Selain peningkatan kapasitas bisnis, Mita juga merasakan manfaat dari perluasan jejaring. Kesempatan mengikuti berbagai pameran yang difasilitasi BRI membuka akses pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kepercayaan dirinya dalam menjalankan usaha.

Ke depan, Mita berharap Hijasmita terus berkembang secara konsisten dan mampu melangkah lebih jauh hingga menembus pasar internasional secara lebih masif. Ia mengaku pendampingan tersebut tidak hanya memberinya ilmu, tetapi juga dukungan moral dari para coach dan sesama pelaku usaha.

Pada kesempatan terpisah, Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan bahwa kehadiran Rumah BUMN BRI ditujukan sebagai wadah kolaboratif bagi pelaku usaha agar mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing bisnis. Inisiatif ini dirancang untuk mendukung UMKM memperluas jaringan serta menangkap peluang di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.

Ia menekankan bahwa pembinaan UMKM menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Hingga saat ini, BRI telah membina 54 Rumah BUMN serta menggelar lebih dari 18.218 pelatihan bagi pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui peningkatan literasi, digitalisasi, dan kemudahan akses, UMKM didorong untuk memperkuat daya saing dan menghasilkan nilai tambah di pasar. Kisah pelaku usaha Hijasmita menjadi inspirasi yang dapat direplikasi oleh pelaku usaha lainnya di berbagai daerah,” pungkasnya. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#BRIncubator #bri #jakarta #hijab #Hijasmita