Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

KUR BRI Dorong Produktivitas Petani dan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

Hendriyanto • Kamis, 5 Februari 2026 | 20:58 WIB

KETAHANAN PANGAN: Petani menanam padi di lahan pertanian produktif.
KETAHANAN PANGAN: Petani menanam padi di lahan pertanian produktif.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian nasional melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Skema pembiayaan ini menjadi solusi permodalan bagi petani untuk menjaga keberlanjutan usaha sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.

Manfaat KUR BRI dirasakan langsung oleh Syiro Judin Abbas, Ketua Kelompok Tani Maju Rorotan di Kota Administrasi Jakarta Utara. Ia telah menekuni usaha pertanian padi sawah sejak lama dan saat ini mengelola lahan seluas kurang lebih 2,5 hektare.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Jawa Timur, Syiro kembali ke Jakarta untuk melanjutkan usaha pertanian. Selain bertani padi, ia juga mengembangkan usaha peternakan kambing sebagai sumber pendapatan tambahan.

Pada tahap awal pengembangan usaha, keterbatasan permodalan menjadi tantangan utama yang dihadapi. Kondisi tersebut membuat petani kerap bergantung pada tengkulak atau bakul setempat sehingga posisi tawar, termasuk dalam penentuan harga gabah, menjadi lemah.

Perubahan mulai dirasakan setelah Syiro memperoleh informasi mengenai program KUR dari penyuluh pertanian setempat. Sejak memanfaatkan KUR BRI, usaha pertaniannya berkembang secara bertahap dan berkelanjutan.

Baca Juga: Petani Buah Naga Banyuwangi Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI

Selama lebih dari tiga tahun, KUR dimanfaatkan secara rutin pada setiap musim tanam. Dukungan pembiayaan tersebut memberikan kepastian modal bagi petani dalam menjalankan siklus produksi pertanian.

Seiring meningkatnya kapasitas usaha, plafon pembiayaan yang diterima Syiro terus bertambah. Nilainya meningkat dari Rp8 juta hingga mencapai Rp20 juta.
Pembiayaan tersebut dimanfaatkan sepenuhnya sebagai modal usaha pertanian. Penggunaannya meliputi pengolahan lahan, pengadaan benih dan pupuk, hingga perawatan tanaman padi.

Keberadaan KUR menjadi sangat krusial, terutama saat petani menghadapi risiko serangan hama dan penyakit tanaman. Dengan dukungan permodalan yang memadai, kebutuhan produksi tetap terpenuhi sehingga hasil panen dapat terjaga secara optimal.

Dari hasil pertanian tersebut, Syiro mampu menghidupi keluarganya yang terdiri dari seorang istri dan tiga anak. Pendapatan dari usaha tani juga dimanfaatkan untuk mendukung pendidikan salah satu anaknya yang saat ini menempuh pendidikan di pesantren.

Kondisi ini mencerminkan peran KUR BRI yang tidak hanya menjaga keberlanjutan usaha pertanian. Program ini juga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga petani.

Di sisi lain, KUR dinilai memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian petani. Peran tersebut diperkuat dengan dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga hasil panen, termasuk melalui penyerapan gabah oleh Bulog.

Baca Juga: Perkuat Investasi Daerah, BRI Kolaborasi dengan BP Batam, BKPM, dan Kementerian UMKM

Ke depan, peningkatan produktivitas pertanian menjadi kunci agar kesejahteraan petani dapat terus ditingkatkan. Sinergi antara pembiayaan, pendampingan, dan kebijakan harga diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan bahwa KUR merupakan instrumen strategis BRI dalam mendukung sektor usaha mikro dan sektor produktif, termasuk pertanian. Ia menyebut pembiayaan tersebut dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.

“Melalui KUR, BRI berupaya menghadirkan pembiayaan yang mudah diakses, tepat sasaran, serta berkelanjutan. BRI tidak hanya memberikan akses modal, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas usaha agar pelaku UMKM, termasuk petani, dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery Gunardi.

Hery menambahkan bahwa BRI terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kerja sama tersebut melibatkan pemerintah daerah, kelompok tani, hingga penyuluh pertanian guna memastikan penyaluran KUR memberikan dampak ekonomi yang nyata.

Sepanjang tahun 2025, BRI mencatat penyaluran KUR sebesar Rp178,08 triliun kepada sekitar 3,8 juta debitur di seluruh Indonesia. Lebih dari 60% penyaluran tersebut dialokasikan ke sektor produksi.

Porsi sektor produksi tercatat mencapai 64,49% dari total penyaluran KUR BRI sepanjang 2025. Capaian ini menunjukkan fokus BRI dalam memperkuat sektor-sektor yang memiliki nilai tambah tinggi bagi perekonomian.

Baca Juga: BRI Perkuat Bisnis Konsumer Lewat Kick Off Consumer Expo 2026 dan Undi Hadiah Ratusan Juta

Sektor pertanian menjadi kontributor utama penyaluran KUR BRI sepanjang 2025. Nilai pembiayaannya mencapai Rp80,09 triliun atau setara 44,97% dari total KUR BRI.
Capaian tersebut mencerminkan komitmen BRI dalam memperkuat sektor riil sebagai penggerak utama ekonomi kerakyatan. Pertanian dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Hingga akhir Desember 2025, sekitar 18 dari setiap 100 rumah tangga di Indonesia tercatat telah mengakses fasilitas KUR BRI. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Secara kumulatif, sejak 2015 hingga akhir 2025, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp1.435 triliun. Pembiayaan tersebut telah menjangkau sekitar 46,4 juta penerima di seluruh Indonesia.

Melalui penyaluran KUR yang dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel, BRI optimistis dapat terus berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional. Upaya ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkelanjutan. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#ekonomi desa #bri #Pertanian #kur