Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Mengenang Raden Bei Aria Wirjaatmadja, Warisan Visioner di 130 Tahun Perjalanan BRI

Hendriyanto • Senin, 15 Desember 2025 | 20:32 WIB

MUSEUM: Patung Raden Bei Aria Wirjaatmadja  berdiri kokoh di Purwokerto. Sosoknya dikenal sebagai tonggak berdirinya BRI.
MUSEUM: Patung Raden Bei Aria Wirjaatmadja berdiri kokoh di Purwokerto. Sosoknya dikenal sebagai tonggak berdirinya BRI.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memasuki usia ke-130 sebagai tonggak sejarah perjalanan panjang lembaga keuangan nasional. Usia ini menegaskan peran BRI sebagai bank yang tumbuh dan berkembang bersama rakyat Indonesia.

Di tengah berbagai transformasi yang dijalankan, BRI tetap memegang teguh nilai-nilai pendiriannya. Nilai tersebut berakar dari perjuangan Raden Bei Aria Wirjaatmadja, tokoh visioner yang pada 1895 merintis lembaga simpan pinjam untuk membantu rakyat.

Raden Bei Aria Wirjaatmadja merupakan bangsawan Jawa yang menjabat sebagai Patih Purwokerto. Ia mengambil langkah berani untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat pribumi saat itu.

Pada masa tersebut, praktik rentenir marak dan membebani para pegawai pribumi. Melihat kondisi itu, Wirjaatmadja merancang sistem keuangan yang aman, terjangkau, dan berbasis semangat gotong royong.

Dari gagasan tersebut, lahirlah lembaga bernama “De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren”. Lembaga ini dikenal sebagai Bank Bantuan dan Simpanan Milik Pegawai Pribumi Purwokerto.

Baca Juga: Didukung BRI, Batik Malessa Berdayakan Perempuan dan Tembus Pasar Internasional

Inisiatif tersebut menjadi tonggak awal gerakan keuangan mikro di Nusantara. Dari sinilah fondasi lahirnya Bank Rakyat Indonesia dibangun.

Hingga kini, warisan pemikiran Raden Bei Aria Wirjaatmadja terus relevan lintas zaman. Tekad untuk memberdayakan rakyat terbukti mampu melahirkan lembaga keuangan yang berkelanjutan.

Memasuki usia 130 tahun, BRI telah menjalani transformasi besar-besaran. Transformasi tersebut meliputi digitalisasi layanan, penguatan ekosistem UMKM, hingga perluasan akses keuangan ke pelosok negeri.

Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa peringatan 130 tahun menjadi momentum refleksi bagi perusahaan. Momen ini sekaligus menegaskan arah masa depan BRI sebagai bank kerakyatan.

“Peringatan 130 tahun BRI bukan hanya merayakan panjangnya perjalanan, tetapi juga menegaskan jati diri kami sebagai bank dengan DNA Kerakyatan,” ujarnya.

Baca Juga: Miliki Satelit Sendiri, Layanan Perbankan BRI Mampu Jangkau Pelosok Negeri dan Wilayah 3T

Dhanny menambahkan bahwa semangat pendiri BRI terus menginspirasi setiap langkah transformasi perseroan. Di era digital, BRI berkomitmen menjaga warisan tersebut melalui layanan yang semakin inklusif dan mudah dijangkau.

Dedikasi Raden Bei Aria Wirjaatmadja tidak hanya tercatat sebagai sejarah. Pemikirannya berkembang menjadi gerakan nasional yang memperkuat fondasi ekonomi rakyat.

Saat ini, BRI berdiri sebagai bank dengan jaringan terluas di Indonesia. Perseroan melayani jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di berbagai daerah.

Hingga akhir September 2025, Holding Ultra Mikro (UMi) yang terdiri atas BRI, Pegadaian, dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif. Holding ini juga mengelola sekitar 185 juta rekening simpanan mikro.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Holding UMi mengoperasikan lebih dari 15 ribu outlet fisik dan 1.035 outlet SenyuM. Selain itu, terdapat lebih dari 687 ribu e-channel BRI serta sekitar 79 ribu tenaga pemasar dan financial advisor di seluruh Indonesia.

Baca Juga: Mengenal Teras BRI Kapal, Bank Terapung yang Dinanti Masyarakat Kepulauan

BRI juga memperluas inklusi keuangan melalui AgenBRILink. Hingga kini, terdapat sekitar 1,2 juta AgenBRILink yang tersebar di 66.649 desa atau lebih dari 80 persen desa di Indonesia.

Model bisnis kemitraan tersebut telah memfasilitasi 913 juta transaksi keuangan. Total volume transaksi yang tercatat mencapai Rp1.440 triliun.

Di Purwokerto, kisah perjuangan sang pendiri terus dikenang sebagai teladan keberanian dan kepedulian sosial. Semangat mengambil langkah pertama demi kesejahteraan bersama tetap hidup hingga kini.

Peringatan 130 tahun BRI menjadi penegasan bahwa perusahaan terus tumbuh bersama rakyat. Dengan menjaga spirit pendiri, BRI berkomitmen memainkan peran strategis menuju Indonesia yang lebih kuat dan inklusif. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#sejarah bank bri #purwokerto #bri #Raden Bei Aria Wirjaatmadja