Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Sejarah BRI: Lahir dari Kas Masjid hingga Menjadi Bank Raksasa di Usia 130 Tahun

Hendriyanto • Jumat, 5 Desember 2025 | 01:47 WIB

USIA MATANG: BRI genap berusia 130 tahun, hingga saat ini selalu konsisten memberdayakan UMKM.
USIA MATANG: BRI genap berusia 130 tahun, hingga saat ini selalu konsisten memberdayakan UMKM.

JAKARTA, RadarMadura.id – Memasuki usia 130 tahun, BRI terus memegang misi sebagai bank untuk rakyat. Bank ini didirikan pada 16 Desember 1895 oleh Patih Purwokerto, Raden Aria Wirjaatmadja.

Lembaga awal bernama Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren tersebut hadir untuk menyediakan akses keuangan yang adil bagi pegawai pribumi. Kebutuhan itu muncul karena tidak banyak lembaga yang memberi layanan keuangan bagi masyarakat lokal.

Sebelum lembaga dibentuk, Raden Aria Wirjaatmadja beberapa kali memberikan bantuan pribadi kepada masyarakat. Kabar kebaikan itu cepat menyebar hingga membuat permintaan bantuan meningkat.

Lonjakan permintaan membuat dana pribadi beliau tidak lagi mencukupi. Hal ini mendorong Raden Aria Wirjaatmadja untuk mencari sumber pendanaan lain bersama orang-orang kepercayaannya.

Baca Juga: BRI Sabet Anugerah Penggerak Sektor Keuangan 2025 Berkat Keberhasilan Holding Ultra Mikro

Ia berdiskusi dengan Atma Sapradja, Atma Soebrata, dan Djaja Soemitra untuk mencari solusi pendanaan. Dari pertemuan itu, muncul gagasan memanfaatkan kas Masjid Purwokerto.

Penghulu Masjid Purwokerto, Kiai Mohammad Redja Soepena, memberikan dukungan penuh terhadap pemanfaatan kas masjid. Asisten Residen E. Sieburgh juga menyetujui rencana tersebut karena melihat tujuan penggunaan dana bersifat mulia.

E. Sieburgh kemudian menyarankan pembentukan komisi pengelola yang dipimpin Raden Aria Wirjaatmadja. Namun, upaya ini terhenti akibat aturan Hindia Belanda yang melarang penggunaan dana masjid untuk kegiatan di luar ibadah.

Meski dihentikan, proses utang-piutang yang sudah berjalan tetap berlangsung. Para debitur juga tetap mengembalikan pinjaman secara teratur sehingga kepercayaan publik tidak terganggu.

Baca Juga: BRI Sabet Anugerah Penggerak Sektor Keuangan 2025 Berkat Keberhasilan Holding Ultra Mikro

Perkembangan positif ini menarik perhatian priyayi Eropa yang menganut politik etis. Mereka kemudian mendukung rencana peresmian lembaga peminjaman uang tersebut.

Dukungan itu membuat minat investor semakin tumbuh. De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Bestuurs Ambtenaren pun menjadi lembaga yang dianggap prospektif dan layak sebagai sarana investasi.

Lembaga ini mengalami beberapa kali perubahan nama sepanjang perjalanannya. Perubahan nama dimulai dari Volksbank, Centrale Kas Voor Volkscredietwezen Algemene pada 1912, hingga Algemene Volkscredietbank pada 1934.

Pada masa pendudukan Jepang, lembaga ini kembali berubah menjadi Syomin Ginko. Perubahan tersebut berlangsung pada periode 1942 hingga 1945.

Pasca kemerdekaan, pemerintah mempertegas peran BRI melalui Undang-Undang No. 21 Tahun 1968. Regulasi ini menetapkan BRI sebagai bank umum yang memiliki fungsi strategis sebagai agen pembangunan.

Baca Juga: BRI Tunjukkan Komitmen GCG, Sabet Penghargaan Indonesia Trusted Companies 2025

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan perjalanan 130 tahun telah menjadikan BRI sebagai pilar ekonomi rakyat. “Sebagai institusi yang telah berdiri lebih dari satu abad, BRI terus memperkuat inklusi keuangan. Dengan basis nasabah terbesar dan jaringan layanan yang luas, kami berkomitmen menghadirkan akses keuangan yang merata hingga pelosok negeri,” ujarnya.

Saat ini BRI telah berkembang menjadi bank besar yang fokus pada sektor UMKM. Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan PNM telah menjangkau 34,5 juta debitur aktif dengan 185 juta rekening mikro.

Layanan BRI kini menjangkau hingga pelosok desa melalui 687 ribu E-Channel. Selain itu, jaringan AgenBRILink menembus 1,2 juta agen di 66.648 desa di seluruh Indonesia.

Super Apps BRImo mencatat lebih dari 44,4 juta pengguna dan menunjukkan tingginya pemanfaatan layanan digital. Aplikasi ini mendorong percepatan digitalisasi layanan keuangan bagi masyarakat.

Dengan basis nasabah lebih dari 160 juta orang, BRI terus mendukung program prioritas pemerintah. BRI menjadi penyalur KUR terbesar di Indonesia serta berkontribusi pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Di sektor pemberdayaan desa, BRI memperkuat Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui jaringan AgenBRILink. Pada Program 3 Juta Rumah, BRI juga menyalurkan FLPP untuk lebih dari 25 ribu rumah. (dry)

Editor : Hendriyanto
#bank rakyat indonesia #bri #umkm #sejarah #masjid