Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Indeks Bisnis UMKM BRI Q3-2025 Tumbuh, Optimisme Pelaku Usaha Meningkat Jelang Akhir Tahun

Hendriyanto • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:43 WIB

TETAP KUAT: BRI selalu konsisten memberikan pendampingan ekonomi terhadap pelaku UMKM di berbagai pelosok negeri.
TETAP KUAT: BRI selalu konsisten memberikan pendampingan ekonomi terhadap pelaku UMKM di berbagai pelosok negeri.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI merilis Indeks Bisnis UMKM Q3-2025 beserta proyeksi Q4-2025. Hasil survei menunjukkan aktivitas bisnis UMKM masih berada pada fase ekspansi dengan nilai indeks 101,9.

Pada saat yang sama, optimisme pelaku UMKM ikut menguat dan tercermin dari kenaikan Indeks Ekspektasi Bisnis menjadi 120,7. Nilai tersebut meningkat dari 116,5 pada triwulan sebelumnya.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan ekspansi bisnis UMKM ditopang oleh sejumlah faktor yang saling menguatkan. “Harga barang input yang relatif stabil dan mudah didapat, serta kondisi cuaca yang kondusif mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hasil tangkapan ikan nelayan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga jual komoditas pertanian, peternakan, dan perikanan turut mendukung peningkatan omzet. Aktivitas proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun juga memperkuat kinerja sektor konstruksi.

Baca Juga: BRI Tunjukkan Komitmen GCG, Sabet Penghargaan Indonesia Trusted Companies 2025

Normalisasi aktivitas masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta libur sekolah ikut mendongkrak kinerja UMKM di kawasan lingkungan kerja dan sekolah. Kondisi tersebut menciptakan permintaan tambahan bagi pelaku usaha.

Dengan banyaknya faktor pendukung tersebut, pelaku UMKM menilai prospek usaha pada Q4-2025 akan lebih baik dibandingkan kuartal sebelumnya. Kenaikan Indeks Ekspektasi Bisnis menjadi 120,7 dari 116,5 memperlihatkan keyakinan pelaku usaha terhadap peluang pertumbuhan.

Namun, rentabilitas usaha atau kemampuan menghasilkan laba tercatat menurun pada periode ini. Penurunan omzet dan kenaikan harga input di sektor industri pengolahan serta harga barang dagangan di sektor perdagangan membuat volume penjualan menurun.

Kondisi tersebut menggerus keuntungan sehingga dapat memengaruhi kemampuan pelaku UMKM membayar angsuran tepat waktu. Situasi ini menjadi perhatian penting bagi pengelolaan risiko usaha.

“Sementara itu, kegiatan investasi masih meningkat sejalan dengan ekspektasi kegiatan usaha yang akan membaik ke depan. Menyongsong Q4-2025 indeks ekspektasi semua komponen menguat karena kemungkinan adanya peningkatan permintaan pada perayaan Nataru, belanja pemerintah yang makin pesat pada akhir tahun, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap baik,” ucap Akhmad.

Baca Juga: Lestarikan Budaya Lokal, Batik Siger Terus Berkembang Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

Dari sisi sektoral, Indeks Bisnis UMKM secara umum berada pada zona ekspansif meskipun beberapa sektor melambat. Sektor konstruksi menunjukkan kinerja paling kuat dengan skor 112,0 berkat maraknya proyek pemerintah dan swasta menjelang akhir tahun.

Sektor pertanian juga mencatat akselerasi ekspansi karena harga input yang terjangkau dan musim kemarau basah yang meningkatkan produktivitas. Harga jual produk pertanian yang kondusif turut meningkatkan omzet usaha.

Sektor pertambangan tetap ekspansif karena meningkatnya permintaan pasir, batu, dan galian tanah dari sektor konstruksi. Namun ekspansinya melambat akibat curah hujan tinggi dan regulasi daerah yang membatasi penambangan pasir.

Sektor industri pengolahan, hotel dan restoran, perdagangan, serta pengangkutan mengalami perlambatan atau kontraksi. Kondisi ini dipengaruhi normalisasi permintaan pasca HBKN, kenaikan harga input, daya beli yang lemah, dan persaingan yang semakin ketat.

Sektor jasa masih mencatat ekspansi karena aktivitas pekerja dan pelajar kembali normal. Hal itu mendorong permintaan layanan di berbagai subsektor jasa.

Pada Q3-2025, Indeks Sentimen pelaku UMKM tercatat 111,9 yang menunjukkan mayoritas pelaku usaha memberikan penilaian “baik”. Ekspektasi mereka untuk Q4-2025 juga menguat menjadi 134,8 dari 133,3 pada kuartal sebelumnya.

Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan Banjir di Sumatera, Respons Cepat BRI Bantu Warga Terdampak

Pelaku UMKM tetap memberikan penilaian tinggi terhadap kemampuan pemerintah menjalankan tugas-tugas utamanya. Hal ini tercermin dari Indeks Keyakinan Pemerintah (IKP) yang berada pada level 121,1.

Survei Kegiatan Usaha dan Sentimen Bisnis UMKM BRI dilaksanakan oleh BRI Research Institute pada 21 September hingga 4 Oktober 2025. Survei melibatkan 7.064 responden yang merupakan debitur UMKM BRI dari berbagai sektor dan tersebar di 33 provinsi.

Pengambilan sampel dilakukan dengan metode stratified systematic random sampling untuk merepresentasikan keberagaman sektor, wilayah, dan skala usaha UMKM. Nilai indeks di atas 100 menunjukkan persepsi positif lebih dominan, sedangkan nilai di bawah 100 menandakan persepsi negatif lebih banyak. (dry)

Editor : Hendriyanto
#bri #Indeks Bisnis UMKM #BRILink #AgenBRILink 2025