Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Lestarikan Budaya Lokal, Batik Siger Terus Berkembang Bersama Pemberdayaan Rumah BUMN BRI

Hendriyanto • Senin, 1 Desember 2025 | 19:29 WIB

MEMUKAU: Para peraga m nggunakan Batik Sigar binaan BRI.
MEMUKAU: Para peraga m nggunakan Batik Sigar binaan BRI.

LAMPUNG, RadarMadura.id – Di sebuah rumah batik di sudut Kota Bandar Lampung, para pengrajin terlihat sibuk memainkan canting di atas kain. Di antara mereka, Laila Al Khusna menjadi sosok perempuan berdaya yang menjaga warisan budaya melalui Batik Siger.

Laila tumbuh di keluarga pengusaha batik sehingga kecintaannya terhadap wastra nusantara semakin kuat. Ketika UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia pada 2009, semangatnya ikut berkobar.

Apalagi pemerintah daerah mendorong setiap provinsi memiliki batik khas sebagai pakaian wajib ASN dan BUMN. “Saya melihat peluang itu, tapi saat itu tidak ada pembatik di Lampung karena mayoritas berasal dari Jawa,” ujarnya.

Bermodal ilmu dari orang tuanya, Laila mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan Batik Siger pada 2008. Dari tempat inilah Batik Siger tumbuh menjadi ikon budaya Lampung yang dikerjakan oleh masyarakat setempat.

Laila mengakui bahwa perjalanan awal tidak mudah karena ia sempat kesulitan mencari peserta pelatihan. Ia mendatangi RT, kelurahan, hingga kelompok arisan, namun baru sedikit orang yang tertarik.

Baca Juga: BRI Gandeng SOGO untuk Dorong UMKM Naik Kelas dan Perluas Pasar Modern

Motivasi utamanya adalah memanfaatkan ilmu orang tua untuk masyarakat Lampung. Ia ingin menjadikan batik sebagai kebanggaan daerah sekaligus peluang usaha baru.

Kini banyak alumninya yang berhasil mendirikan usaha batik sendiri dan memperluas manfaat ekonomi. Ia bangga karena Batik Siger tidak hanya melahirkan perajin tetapi juga membuka jalan penghidupan baru bagi warga.

Sekitar 80% penjualan Batik Siger berada di Lampung, sementara sisanya dipasarkan ke berbagai daerah melalui e-commerce. Setiap motif yang dihasilkan selalu menonjolkan identitas budaya Lampung.

Tidak hanya memberdayakan masyarakat, Batik Siger juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Laila memanfaatkan sisa kain untuk membuat produk lain sebagai upaya zero waste.

Sekitar 70% produksinya menggunakan pewarna alami untuk mengurangi dampak lingkungan. Untuk pewarna sintetis, ia menerapkan sistem penyaringan limbah agar air buangan tetap aman.

Baca Juga: BRI Peduli Salurkan Bantuan Banjir di Sumatera, Respons Cepat BRI Bantu Warga Terdampak

Komitmen ini membuat Batik Siger meraih penghargaan Upakarti pada 2014 atas dampak sosial dan lingkungan yang dihasilkannya. Laila menegaskan bahwa keberlanjutan adalah bagian penting dari usahanya.

Ia mengakui perkembangan Batik Siger tak lepas dari dukungan Program Rumah BUMN BRI. Laila mulai mengenal program ini sejak imbauan pemerintah daerah agar UMKM mengikuti pembinaan.

“Jadi saya mulai aktif di Rumah BUMN BRI ini memang sejak lama, mungkin sekitar tahun 2011 atau 2012. Saya juga bergabung menjadi UMKM binaan BRI,” ungkapnya.

Ia bercerita bahwa BRI mengarahkan produknya untuk mengisi bandara dan membuka jaringan pemasaran baru. Melalui grup WhatsApp pembinaan, ia banyak belajar dari pelaku UMKM lain.

Rumah BUMN BRI mengajarkannya manajemen usaha, strategi pemasaran, digital marketing, hingga pemanfaatan e-commerce. Ia juga memahami cara meminjam ke bank, prosedurnya, serta risiko yang harus diperhatikan.

Seluruh ilmu tersebut menurutnya sangat penting untuk memperkuat kapasitas UMKM. Ia menilai program Rumah BUMN BRI memiliki peran besar dalam membantu UMKM naik kelas.

Baca Juga: Program CSR BRI Raih Pengakuan Global Lewat Dua Penghargaan Internasional, Tegaskan Komitmen Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya menegaskan komitmen BRI mendampingi UMKM. Ia menyebut BRI tidak hanya memberi permodalan tetapi juga pendampingan bisnis dan akses pasar.

“BRI tidak hanya memberikan akses permodalan, tetapi juga pembinaan, pendampingan bisnis, hingga membuka peluang jejaring pasar dan go global,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa strategi ini memperkuat ekosistem UMKM melalui literasi, digitalisasi, dan fasilitasi akses. (dry)

Editor : Hendriyanto
#Batik Siger #bri #umkm #Rumah BUMN