Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BRI Salurkan KUR Rp 147,2 Triliun ke 3,2 Juta UMKM, Dukung Asta Cita dan Ekonomi Inklusif

Hendriyanto • Jumat, 21 November 2025 | 15:45 WIB

Para pelaku UMKM di pasar tradisional mendapat alokasi pendanaan dari BRI.
Para pelaku UMKM di pasar tradisional mendapat alokasi pendanaan dari BRI.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Upaya ini menjadi bagian nyata dukungan BRI terhadap Asta Cita, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja berkualitas dan penguatan kewirausahaan nasional.

Hingga akhir Oktober 2025, BRI telah menyalurkan KUR senilai Rp147,2 triliun kepada 3,2 juta debitur. Realisasi ini mencapai 83,2% dari total alokasi KUR BRI tahun 2025 sebesar Rp177 triliun.

Alokasi KUR tahun ini meningkat dari Rp175 triliun seiring tingginya permintaan pembiayaan produktif dari pelaku usaha kecil di berbagai wilayah. Kuota tersebut terdiri atas Rp160 triliun untuk KUR Mikro dan Rp17 triliun untuk KUR Kecil.

KUR Mikro diberikan untuk pembiayaan di bawah Rp100 juta, sedangkan KUR Kecil menyasar pembiayaan Rp100 juta hingga Rp500 juta. Dua skema ini dirancang agar pelaku usaha memiliki akses modal sesuai kebutuhan dan kapasitas usahanya.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung program prioritas pemerintah untuk pemberdayaan UMKM. Ia menyebut penyaluran KUR menjadi pilar penguatan sektor produktif seperti pertanian, perdagangan, dan perikanan.

Baca Juga: Perkuat Ekonomi Daerah, BRI Dukung Bazaar UMKM Jelajah Kuliner Indonesia 2025 di Medan

“BRI terus mendorong pertumbuhan sektor UMKM agar tetap sehat dan berkelanjutan sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujar Hery. Ia memastikan program KUR berjalan optimal hingga sisa kuota rampung tersalurkan pada akhir 2025.

BRI masih memiliki sisa kuota KUR sebesar Rp29,8 triliun yang siap disalurkan hingga penghujung tahun. Dana tersebut diharapkan membantu pelaku usaha memperluas usaha dan menciptakan lapangan kerja baru di berbagai daerah.

Hery menambahkan bahwa penyaluran KUR selalu dilakukan secara prudent, transparan, dan akuntabel. BRI menerapkan prinsip kehati-hatian agar kualitas kredit tetap terjaga dan risiko kredit bermasalah dapat diminimalkan.

Sebagai bank penyalur KUR terbesar di Indonesia, BRI memegang tanggung jawab penuh dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Seluruh pembiayaan KUR menggunakan dana perbankan yang bersumber dari penghimpunan dana masyarakat.

Oleh karena itu, BRI memastikan setiap debitur mendapatkan pembiayaan yang tepat sasaran dan sesuai ketentuan yang berlaku. Proses ini dilakukan melalui asesmen menyeluruh dan pemantauan yang konsisten terhadap usaha yang dibiayai.

Baca Juga: Investasi Rakyat Menguat, Tabungan Emas Holding Ultra Mikro BRI Melonjak 66,9 Persen Capai 13,7 Ton

BRI juga terus memperkuat pendampingan bagi pelaku UMKM agar pemanfaatan KUR berjalan optimal. Pendampingan ini mencakup literasi keuangan, pengembangan usaha, hingga akses pasar melalui ekosistem digital BRI.

Upaya ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat sektor riil nasional. Melalui dukungan modal kerja dan pembiayaan produktif, UMKM diharapkan mampu tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan.

Selain itu, penyaluran KUR juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Banyak pelaku usaha kecil di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan yang memanfaatkan pembiayaan ini untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Dengan dukungan tersebut, kontribusi UMKM terhadap perekonomian semakin kuat dan berpotensi memperluas lapangan kerja. BRI berkomitmen menjaga ritme penyaluran KUR agar semakin banyak pelaku usaha yang mendapatkan manfaat pembiayaan.

Baca Juga: Perkuat Agribisnis, BRI Salurkan Pembiayaan Jumbo Rp 5,2 Triliun kepada SSMS

BRI juga terus memperkuat layanan digital untuk mempermudah proses pengajuan dan monitoring KUR. Digitalisasi ini menjadi bagian dari transformasi perseroan untuk mendorong literasi keuangan dan efisiensi pembiayaan.

Melalui langkah-langkah strategis tersebut, BRI menegaskan konsistensinya dalam memperkuat pemberdayaan UMKM di seluruh Indonesia. Penyaluran KUR menjadi bukti komitmen BRI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan. (dry)

Editor : Hendriyanto
#pertumbuhan ekonomi #bri #umkm #kur #Asta Cita