TOLITOLI, RadarMadura.id – Akses pendidikan di wilayah pesisir Indonesia masih menjadi tantangan besar. Banyak anak harus menyeberangi laut hanya untuk membaca buku atau mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Melihat kondisi tersebut, BRI Peduli melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menggagas Program Literasi Anak Negeri untuk membantu anak-anak di wilayah terluar. Salah satu inisiatifnya adalah penyaluran Perahu Literasi di Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah.
Program ini menggandeng Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli, lembaga yang fokus menyebarkan literasi dan edukasi ke pulau-pulau kecil di wilayah tersebut. Selain perahu, BRI Peduli juga memberikan buku bacaan, alat tulis, dan proyektor untuk mendukung kegiatan literasi.
Corporate Secretary BRI Dhanny menjelaskan, program ini merupakan wujud nyata dukungan BRI terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-4. Poin tersebut menekankan pentingnya pendidikan yang inklusif, merata, dan kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua.
“Pemberian Perahu Literasi di Tolitoli merupakan bentuk nyata kepedulian BRI terhadap kemajuan pendidikan di daerah, terutama wilayah pesisir. Harapannya, perahu ini dapat menjangkau pulau-pulau sekitar sehingga anak-anak memiliki kesempatan membaca lebih luas,” ujar Dhanny.
Baca Juga: BRI Luncurkan Logo HUT ke-130, Usung Tema Satu Bank untuk Semua
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan yang merata menjadi pondasi utama menuju visi Indonesia Emas 2045. Karena itu, BRI terus berperan aktif menciptakan generasi unggul, cerdas, dan tangguh melalui berbagai program sosial pendidikan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Lopie Bahari Nusantara Tolitoli Fandy Lamaming mengungkapkan pentingnya Perahu Literasi untuk mendukung mobilitas literasi antar-pulau. Kapal bantuan dari BRI juga dapat digunakan sebagai transportasi bagi siswa dan guru yang berpindah antar-pulau.
“Kami sangat bersyukur atas bantuan kapal, mesin, dan sarana dari BRI Peduli. Sekarang kami bisa berlayar ke pulau terluar dengan aman, anak-anak senang membaca buku baru, dan malamnya mereka menikmati film edukasi. Mimpi jadi nyata,” katanya.
Yayasan Lopie Bahari Nusantara berdiri pada 2022 dengan misi membawa literasi ke wilayah pesisir seperti Pulau Lingayan, Dolangan, dan Salando. Mereka aktif tiga kali seminggu dengan kegiatan literasi anak dan dewasa, kelas buta aksara, serta pelatihan bahari berkelanjutan.
Inisiatif Perahu Pustaka Tolitoli sendiri sudah dimulai sejak 2015 oleh tiga pemuda lokal. Gerakan ini lahir sebagai respon atas keterbatasan akses pendidikan di daerah yang memiliki 43 pulau, dengan 13 pulau berpenghuni dan minim fasilitas belajar.
Baca Juga: BRI Apresiasi Desa BRILiaN 2024, Wujudkan Desa sebagai Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru
Dhanny menilai hadirnya Perahu Literasi menjadi angin segar bagi dunia pendidikan pesisir. Tidak hanya menyediakan buku, tetapi juga menghadirkan ruang belajar baru yang menghidupkan budaya membaca di kalangan anak-anak.
“Program ini membuktikan bahwa inovasi dan kepedulian bisa menembus batas geografis. Perubahan bisa dimulai dari langkah kecil, asal dilakukan dengan komitmen dan kolaborasi,” tambahnya.
Dhanny juga menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat dalam memperluas dampak gerakan literasi. Menurutnya, mencerdaskan anak bangsa tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja.
Selain di Tolitoli, BRI Peduli juga melaksanakan Program Literasi Anak Negeri di SD Negeri 1 Malaka, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Program ini meliputi kegiatan membaca, peningkatan kemampuan pemahaman bacaan, serta penguatan kapasitas guru dan kemandirian siswa.
Melalui berbagai inisiatif sosial ini, BRI terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pemerataan pendidikan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. (dry)
Editor : Hendriyanto