Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Diberdayakan BRI, Usaha Pecel Ini Naik Kelas Jadi Kuliner Favorit Kota Batu

Hendriyanto • Selasa, 2 September 2025 | 22:59 WIB

CITA RASA NUSANTARA: Pecel Ndoweh khas Malang yang mulai dikenal berkat binaan BRI.
CITA RASA NUSANTARA: Pecel Ndoweh khas Malang yang mulai dikenal berkat binaan BRI.

MALANG, RadarMadura.id – Pecel Ndoweh kini menjadi salah satu kuliner favorit di Kota Batu, Jawa Timur. Sajian nasi pecel dengan bumbu kacang khas ini berhasil menarik perhatian wisatawan maupun warga lokal.

Pemiliknya, Dwi Rinawati (53), mengaku belajar membuat bumbu pecel dari kakek-neneknya yang juga memiliki warung di Madiun. Pengalaman itu ia bawa ke Kota Batu dengan membuka warung sederhana dari rumah.

"Awalnya ya di depan sini pakai meja, sama juga jualan untuk latihan sepak bola di lapangan. Kan anak saya itu melatih, sekalian kita bawa jualan di mobil," ungkap Dwi di warungnya di Desa Binangun, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.

Menu pecel disajikan dengan piring bambu berlapis daun pisang, lengkap dengan peyek, acar, mendoan, orek tempe, dan srundeng. Dengan harga Rp8 ribu, pengunjung juga bisa menambah lauk seperti telur dadar, ayam, hingga sarang tawon.

Usaha ini dirintis Dwi bersama keluarga pada awal 2021 saat pandemi Covid-19. Kala itu, anak dan menantunya yang bekerja di sektor pariwisata kehilangan pekerjaan dan harus mencari penghasilan baru.

Baca Juga: Bantuan Pangan Dilaporkan Tersalur Seratus Persen, Sejumlah KPM Belum Terima

Dwi pun memanfaatkan teras rumahnya untuk membuka warung pecel sederhana. Meski tanpa papan nama, warung itu mendapat banyak pesanan, bahkan hingga ke rumah-rumah warga yang sedang menjalani karantina.

Selain nasi pecel, ia juga menjual sambal pecel dalam kemasan. Produk itu dititipkan di sejumlah warung sekitar rumah sehingga semakin dikenal masyarakat.

Kesempatan besar datang ketika putrinya mendapat informasi dari Disperindag Kota Batu tentang bantuan usaha dari BRI. Ia pun mendaftarkan usaha sang ibu dan terpilih sebagai penerima bantuan.

“Bantuan senilai Rp2,4 juta itu kemudian direalisasikan dalam bentuk mesin penggilingan bumbu pecel, sesuai dengan peruntukannya untuk mendukung usaha kuliner. Dengan adanya mesin tersebut, produksi sambel pecel milik Rinawati meningkat, sehingga dapat memenuhi kebutuhan warung sekaligus permintaan dari luar,” jelasnya.

Produksi sambal pecel meningkat pesat hingga bisa dipasarkan ke Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. Tidak hanya itu, Dwi juga mendapatkan akses pendanaan Ultra Mikro (UMi) dari BRI untuk memperluas usahanya.

BriBaca Juga: BRI Resmi Tunjuk Dhanny Jadi Corporate Secretary, Ini Profil Lengkapnya

Ia menegaskan program pendanaan dari BRI sangat membantu. Kini, warungnya berkembang pesat dan berubah menjadi tempat makan permanen yang direkomendasikan masyarakat Kota Batu.

Direktur Mikro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyebut kisah Dwi Rinawati sebagai bukti nyata dukungan BRI bagi pelaku usaha ultra mikro. Menurutnya, pemberdayaan tidak hanya lewat modal, tetapi juga pendampingan.

“Kisah usaha ini menjadi contoh bahwa pemberdayaan oleh BRI itu ternyata tidak cukup dikasih pinjaman/kredit saja. Yang paling penting, dua hal yaitu dikasih kredit dan diberikan pemberdayaan untuk terus berkembang. Semoga bisa menjadi kisah inspiratif yang dapat ditiru oleh pelaku usaha lainnya,” jelasnya. (*/dry)

Editor : Hendriyanto
#kuliner #malang #bri #umkm #BRILink #pecel ndoweh