Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BRI Dorong Pertanian & UMKM Naik Kelas Lewat Penyaluran KUR 2025

Hendriyanto • Senin, 1 September 2025 | 20:29 WIB
PETERNAKAN: BRI juga memberikan KUR terhadap pelaku UMKM dibidang peternakan.
PETERNAKAN: BRI juga memberikan KUR terhadap pelaku UMKM dibidang peternakan.

JAKARTA, RadarMadura.id  – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat komitmennya dalam mendorong Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) naik kelas.

Fokus utama ini diwujudkan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dirancang untuk meningkatkan daya saing pelaku usaha kecil.

Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan pada Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Kamis (21/8/2025), bahwa jumlah nasabah KUR yang berhasil naik kelas hingga akhir Triwulan II 2025 mencapai 574 ribu orang.

Jumlah ini melonjak signifikan dibanding 286 ribu orang pada Triwulan I 2025.

Artinya, dalam tiga bulan terakhir terdapat tambahan hampir 300 ribu pelaku usaha kecil yang naik kelas.

”Capaian ini menunjukkan komitmen BRI untuk tidak hanya menyalurkan KUR, tetapi juga mendorong UMKM untuk selalu naik kelas,” ujar Hery.

Untuk mewujudkan hal tersebut, BRI menyediakan layanan komprehensif melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah program Desa BRILiaN yang telah membina 4.625 desa di seluruh Indonesia.

Selain itu, BRI membina 41.217 klaster usaha di berbagai sektor. Langkah ini bertujuan memperkuat kolaborasi antar-pelaku usaha agar lebih berdaya saing.

BRI juga mengembangkan wadah pembelajaran melalui 54 Rumah BUMN. Fasilitas ini menjadi sarana edukasi dan peningkatan kapasitas pelaku UMKM di daerah.

Di sisi digitalisasi, BRI menghadirkan platform LinkUMKM yang telah dimanfaatkan lebih dari 12,9 juta pengguna. Platform ini membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan meningkatkan akses digital.

Selain itu, platform PARI yang dimanfaatkan lebih dari 113 ribu pengguna turut mendukung peningkatan daya saing UMKM.

”Semua inisiatif ini ditujukan untuk memberikan akses pelatihan dan kesempatan agar UMKM memiliki daya saing yang tinggi,” tegas Hery.

Hingga akhir Juli 2025, BRI menyalurkan KUR sebesar Rp99,31 triliun atau setara 56,75% dari total alokasi Rp175 triliun tahun ini. Penyaluran tersebut didominasi oleh sektor produksi.

Sektor produksi yang mendapat porsi terbesar meliputi pertanian, perikanan, perdagangan, industri, dan jasa. Porsinya mencapai 63,88% dari total penyaluran KUR.

Sektor pertanian menjadi kontributor utama dengan penyaluran Rp44,11 triliun atau 44,42% dari total. Angka ini menegaskan peran BRI dalam memperkuat sektor riil dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Pencapaian ini sekaligus mencerminkan strategi BRI dalam menjaga keseimbangan antara pembiayaan sektor produktif dan konsumtif. Bank pelat merah ini terus menargetkan UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Dengan strategi yang konsisten, BRI berharap jumlah UMKM naik kelas akan terus bertambah. Hal ini diharapkan mampu memperkuat perekonomian nasional secara berkelanjutan. (*/dry)

 

Editor : Hendriyanto
#BRI peduli #bri #peternakan #umkm #BRILink #ukm