JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatat peningkatan signifikan dalam pendistribusian hewan kurban pada perayaan Iduladha 1446 Hijriah. Tahun ini, total hewan kurban yang disalurkan mencapai 15.272 ekor, terdiri dari 379 ekor sapi dan 14.893 ekor kambing, atau melonjak 144 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 6.240 ekor.
Pendistribusian hewan kurban ini tidak hanya bersumber dari dana perseroan dan BSI Maslahat, tetapi juga dari partisipasi nasabah yang melakukan pembelian hewan kurban melalui platform BYOND by BSI dan Hasanah Card. Seluruh hewan kurban kemudian disalurkan kepada masyarakat yang berhak di berbagai pelosok Indonesia.
Wakil Direktur Utama BSI, Bob T. Ananta, menyatakan bahwa momentum Iduladha merupakan salah satu bentuk komitmen sosial BSI dalam memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, khususnya kalangan dhuafa.
“Sebagai sahabat finansial, sosial, dan spiritual, BSI terus mendorong partisipasi masyarakat dalam aksi berbagi. Kami menghadirkan kemudahan berkurban melalui digitalisasi, sekaligus memperluas jangkauan distribusi ke wilayah pelosok,” ujar Bob dalam keterangannya, Jumat (6/6).
BSI tahun ini menggandeng 19 Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) sebagai mitra pelaksana penyaluran hewan kurban. Kerja sama ini bertujuan mempermudah proses distribusi dan menjamin penyaluran kurban secara tepat sasaran, efisien, dan sesuai syariat.
Menariknya, seluruh daging hewan kurban diperkirakan akan menghasilkan sekitar 350.920 porsi, yang dikemas menggunakan besek bambu ramah lingkungan. Selain itu, sebagian daging juga diolah dan dikemas dalam bentuk kalengan agar tahan lama dan tetap higienis saat dikirim ke wilayah-wilayah terpencil.
Distribusi difokuskan ke wilayah-wilayah yang masih membutuhkan asupan daging seperti Aceh, Sumatera Utara, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, NTB, dan NTT.
Lebih jauh, Bob menegaskan bahwa kegiatan ini juga sejalan dengan penerapan prinsip Environment, Social, and Governance (ESG). BSI memastikan kegiatan distribusi kurban dilakukan dengan memperhatikan standar pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
“Kami memperhatikan pengelolaan limbah hewan, penampungan limbah kotoran, dan cara pengemasan yang ramah lingkungan. Semua dilakukan dengan cermat agar tidak hanya berdampak sosial, tapi juga lingkungan,” ujarnya.
Baca Juga: BSI Bank Pembayar Zakat Terbesar di Indonesia, Serahkan Rp 787,5 M Selama 4 Tahun
BSI juga memastikan kualitas hewan kurban yang disalurkan. Seluruh hewan yang disembelih telah melalui proses seleksi ketat dan pemeriksaan kesehatan dari dinas peternakan terkait. Hal ini penting untuk menjamin bahwa daging yang diterima masyarakat adalah layak konsumsi dan aman.
Proses penyembelihan secara simbolis dilaksanakan di Kantor BSI Maslahat, lembaga amil zakat mitra BSI yang turut mengelola distribusi hewan kurban. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran direksi BSI dan BSI Maslahat, sekaligus sebagai simbol kolaborasi antara institusi keuangan syariah dan lembaga sosial.
Bob juga menyampaikan bahwa digitalisasi dalam pengelolaan kurban semakin mendapat respons positif dari masyarakat. Fitur-fitur dalam aplikasi BYOND by BSI mempermudah nasabah dalam memilih, membayar, dan memantau proses distribusi kurban secara transparan dan real-time.
“Dengan teknologi, kami ingin menghadirkan kemudahan beribadah sekaligus kebermanfaatan sosial yang merata. Ini bagian dari transformasi digital syariah yang inklusif,” tegasnya.
Baca Juga: Kinerja Melesat, BSI Syukuri dengan Santunan Untuk 4.444 Anak Yatim *Jakarta, 14 Maret
Kegiatan ini juga disebut sebagai salah satu bentuk kontribusi nyata BSI dalam mendukung program pemerintah menuju Net Zero Emission (NZE). Melalui berbagai aktivitas green, seperti penggunaan kemasan alami dan pengolahan limbah, BSI berupaya menunjukkan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Dengan pencapaian ini, BSI menegaskan peran ganda sebagai lembaga keuangan sekaligus agen perubahan sosial dan lingkungan. Iduladha bukan hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ruang aktualisasi tanggung jawab sosial korporasi yang berdampak luas.
Editor : Hendriyanto