Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Dirjen Migas Apresiasi PPM SKK Migas - HCML di Sampang: Dorong Ekonomi dan Pendidikan Berkelanjutan

Hendriyanto • Selasa, 3 Juni 2025 | 22:00 WIB

MONITORING: Tim Ditjen Migas bersama SKK Migas, perwakilan HCML dan para pendamping PPM meninjau realisasi PPM di Desa Taddan, Camplong, Sampang pada Selasa (3/6)
MONITORING: Tim Ditjen Migas bersama SKK Migas, perwakilan HCML dan para pendamping PPM meninjau realisasi PPM di Desa Taddan, Camplong, Sampang pada Selasa (3/6)

SAMPANG, RadarMadura.id – Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) memberikan apresiasi tinggi terhadap implementasi Program Pengembangan Masyarakat (PPM) yang dijalankan oleh SKK Migas – Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) di Kabupaten Sampang.

Program tersebut dinilai berdampak langsung pada peningkatan ekonomi desa dan penguatan sektor pendidikan.

Kunjungan monitoring PPM dilakukan selama dua hari, pada 3–4 Juni 2025, di beberapa lokasi di Kecamatan Camplong dan Sampang.

Tim Ditjen Migas bersama SKK Migas, perwakilan HCML, serta Medco Energi dan para pendamping PPM, meninjau secara langsung berbagai hasil program yang telah dijalankan sepanjang tahun 2023–2024.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah PPM HCML di Desa Taddan, Kecamatan Camplong. Di sana, rombongan menyaksikan hasil dari bantuan mesin pengaduk dan alat pres produksi paving block.

Baca Juga: SKK Migas - HCML Gelar Sunan Massal, Baksos dan Apresiasi Siswa Berprestasi pada Pembukaan Festival Pesisir 3

Program yang menyasar penguatan ekonomi desa ini menunjukkan hasil positif dengan produksi ribuan paving block yang siap dipasarkan.

“Kebutuhan paving sangat tinggi di masyarakat. Ini bisa jadi alternatif pembangunan selain aspal yang membuat permukaan jalan lebih panas, apalagi di Madura yang cuacanya ekstrem dan dekat dengan pantai,” ujar Gesit Prawatiningsih
perwakilan Ditjen Migas, saat meninjau lokasi pada Selasa (3/6/2025).

Gesit menambahkan, program ini berpotensi besar untuk mendorong keberlanjutan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Selain memberdayakan warga lokal, produksi paving block ini diharapkan mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) secara signifikan.

PAVINGISASI: Perwakilan Dirjen Migas, SKK Migas dan HCML berpose bersama santri di halaman lembaga pendidikan Zahrotut Tullab Desa Banjar Talela, Camplong, Sampang pada Selasa (3/6).
PAVINGISASI: Perwakilan Dirjen Migas, SKK Migas dan HCML berpose bersama santri di halaman lembaga pendidikan Zahrotut Tullab Desa Banjar Talela, Camplong, Sampang pada Selasa (3/6).

“Dengan harga yang ekonomis, hasil produksi paving block bisa dijual untuk pembangunan desa dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara langsung,” tambahnya.

Usai dari Desa Taddan, rombongan bergeser ke Desa Banjar Talela, Kecamatan Camplong sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka meninjau program pavingisasi halaman lembaga pendidikan Zahrotut Tullab.

Pemasangan paving itu menjadi bagian dari PPM HCML. Fasilitas tersebut dinilai sangat membantu proses belajar-mengajar.

“Pavingisasi ini sangat relevan dengan kebutuhan. HCML ke depan harus melakukan mapping yang tepat agar kegiatan PPM sesuai dengan karakteristik wilayahnya. Jangan sampai program hanya seremonial,” jelas Desi yang akrab disapa Ibu Gesit.

Baca Juga: PGMNI Titip Kesejahteraan Guru Madrasah Diniyah ke Bupati Pamekasan

Dia menekankan bahwa aspek ekonomi dan pendidikan harus berjalan seiring. Proyek pavingisasi dan bantuan mesin produksi paving block perlu diarahkan untuk jangka panjang agar manfaatnya tidak terputus hanya pada satu periode kegiatan.

“Keterlibatan HCML dalam pembangunan desa harus berorientasi jangka panjang, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pendidikan. Ini adalah bentuk investasi sosial menuju masa depan masyarakat Madura yang lebih sejahtera,” pungkas Gesit.

Senada dengan itu, Herfan F. Pandeirot, Analis Senior Pengembangan Masyarakat SKK Migas, menyebut bahwa program pavingisasi dari HCML merupakan bentuk kontribusi konkret sektor migas terhadap pendidikan.

“Halaman sekolah yang sebelumnya becek kini lebih layak dan bersih. Ini sangat mendukung kenyamanan belajar siswa. Ke depan kami berharap ada perluasan bantuan ke arah pelatihan dan beasiswa pendidikan,” ujar Herfan.

Secara umum, kunjungan Ditjen Migas ke Sampang ini memperkuat pesan bahwa sektor migas bukan hanya berorientasi pada eksplorasi dan produksi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Baca Juga: Dorong Kemajuan Industri Hulu Migas, SKK Migas-KKKS Jabanusa Perkuat Kerjasama dengan Media

HCML melalui dukungan SKK Migas dinilai berhasil mengimplementasikan program PPM yang terukur dan berdampak langsung. Harapannya, program serupa terus dilanjutkan dengan memperluas cakupan dan memperkuat keberlanjutan.

Sementara itu, Manager Regional Office and Relation HCML Hamim Tohari melalui Sr. Officer Site Relations HCML Angga Nugraha merasa senang program pemberdayaan masyarakat (PPM) dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Pihaknya berharap, bantuan tersebut sebagai stimulan untuk pengembangan usaha dan agar manfaatnya lebih luas lagi dirasakan masyarakat.

"Kami berharap PPM ini berkelanjutan. Sehingga manfaatnya juga bisa dirasakan dalam jangka panjang," terangnya.

Baca Juga: Koperasi Karyawan PT Garam Klaim Pemutusan Kerja Dua Satpam Sesuai Prosedur

Menurutnya, PPM HCML 2024 di Kecamatan Camplong terdiri dari enam lokasi di enam desa. Yaitu pengerukan akses keluar masuk perahu nelayan di Desa Dharma Tanjung.

Kemudian, pavingisasi halaman madrasah Zahrotut Tullab di Desa Banjar Talela, pembangunan rabat beton di Desa Dharma Camplong, mesin aduk pembuatan paving di Desa Taddan.

Selain itu juga ada pembangunan rabat beton di Desa Tamba'an. Kemudian renovasi lembaga pendidikan/musolla Al-Hikmah di Desa Sejati. (dry)

Editor : Hendriyanto
#HCML #sampang #ppm #skk migas #dirjen migas