Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Desa BRILiaN Hargobinangun Sukses Kembangkan Pariwisata dan Agrikultur di Lereng Merapi

Hendriyanto • Senin, 19 Mei 2025 | 01:41 WIB

 

BERKEMBANG: Salah satu destinasi binaan BRILiaN di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman.
BERKEMBANG: Salah satu destinasi binaan BRILiaN di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman.

SLEMAN, RadarMadura.id – Semangat inovasi tumbuh di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Sleman, yang berada di lereng utara Gunung Merapi. Desa ini menjadi contoh nyata transformasi desa berbasis potensi lokal.

Secara geografis, desa ini berbatasan langsung dengan puncak Merapi dan menjadi wilayah paling utara di D.I. Yogyakarta. Wilayahnya berbatasan dengan Kalurahan Pekembinangun, Candibinangun, dan Umbulharjo.

“Secara geografis kami berada di lereng pegunungan bagian utara Sleman. Dan kami memang berbatasan langsung dengan Gunung Merapi,” ujar Lurah Hargobinangun, Amin Sarjito.

Dengan luas wilayah 14.300 meter persegi, desa ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi dari bawah. Potensi kekayaan alam, pariwisata, dan agrikultur dikelola melalui pendekatan kolaboratif.

Baca Juga: BRI Apresiasi Nasabah Loyal, Serahkan Hadiah Utama BRImo FSTVL 2024

Sejak akhir 2020, pemerintah desa membentuk BUMDesa Merapi Sejahtera sebagai tulang punggung perekonomian. BUMDesa memiliki dua unit usaha utama.

Unit usaha pertama adalah Wisata Desa Kampoeng Mahoni yang mengelola camping ground, resto, outbond, hingga ATV dan jeep adventure. Kedua adalah Hargo Park Central yang mengelola parkir wisata di tiga lokasi strategis.

“Pariwisata kami jadikan core business karena dampaknya cepat terasa langsung oleh warga,” jelas Amin. Sektor pendukung seperti pertanian dan pengelolaan sampah juga turut dikembangkan.

Untuk memperkuat gerakan ekonomi kolektif, desa membentuk klasterisasi UMKM dan memberi pelatihan. Klaster ini membuat pelaku usaha lebih terorganisir dan berkembang bersama.

Baca Juga: Harga Terjangkau, Spesifikasi Mewah! Ini Dia Keunggulan POCO C71 yang Wajib Kamu Tahu!

Hasilnya, pendapatan asli kelurahan meningkat dan dikembalikan untuk pembangunan serta kesejahteraan masyarakat. Pariwisata dan pertanian terbukti memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga.

Tahun ini, BUMDesa akan mengembangkan tiga unit usaha baru: pengelolaan sampah, Greenhouse Ketapang untuk ketahanan pangan, dan AgenBRILink. Ketiganya menyasar isu lingkungan dan inklusi keuangan.

“Yang pertama adalah pengelolaan sampah berbasis digital untuk menyelesaikan persoalan sampah dalam satu hari,” beber Amin. Sistem ini memungkinkan warga kelola sampah secara mandiri.

Konsep smart village juga mulai diterapkan demi memodernisasi layanan dan tata kelola desa. Modernisasi ini membuat dampak wisata semakin terasa hingga ke masyarakat.

Baca Juga: BRI Dukung Kelestarian Laut Lewat Program Menanam di Pulau Kapoposang

Perjalanan Desa Hargobinangun turut mendapat perhatian dari BRI. Desa ini masuk dalam 40 besar program Desa BRILiaN nasional pada 2023, setelah sebelumnya menjadi kandidat pada 2022.

Sebagai bagian dari program Desa BRILiaN, Hargobinangun mendapat pendampingan manajemen, kelembagaan, dan pengembangan fasilitas. Program ini mempercepat penguatan desa secara berkelanjutan.

Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan bahwa Desa BRILiaN telah diikuti oleh 4.327 desa sejak 2020. Program ini fokus pada peningkatan nilai ekonomi dan sosial masyarakat.

“Program pemberdayaan Desa BRILiaN ini merupakan komitmen BRI dalam meningkatkan economic dan social value kepada masyarakat,” jelas Hendy. Ia berharap kisah Hargobinangun menginspirasi desa lain.

Editor : Hendriyanto
#sleman #bri #Desa Binaan #pariwisata #BRILian #Hargobinangun