Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Manfaat Pendanaan BRI, Waroeng Tani Tetap Eksis dari Generasi ke Generasi

Amin Basiri • Rabu, 23 April 2025 | 02:00 WIB
Waroeng Tani dengan konsep nuansa pedesaan yang mendapat pendanaan dari BRI di Malang
Waroeng Tani dengan konsep nuansa pedesaan yang mendapat pendanaan dari BRI di Malang

MALANG, RadarMadura.id – Mendirikan bisnis baru memang menantang, namun mempertahankan dan mengembangkan usaha keluarga agar tetap sukses hingga lintas generasi bukanlah hal yang mudah.

Hal ini dirasakan oleh Ali Supandri (50), pemilik Waroeng Tani yang berlokasi di Jl. TPST, Jetak Lor, Mulyoagung, Kec. Dau, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Nama "Waroeng Tani" diambil dari latar belakang keluarga Ali yang berprofesi sebagai petani. Awalnya, keluarganya menjalankan usaha pengiriman buah-buahan seperti durian dan mangga ke berbagai daerah, termasuk Papua.

Didukung oleh lahan pembibitan buah yang luas, mereka kemudian ingin mencoba peruntungan di bidang lain. Dari situlah tercetus ide membuka usaha kuliner bernama Waroeng Tani.

Sejak muda, Ali sudah terlibat dalam usaha keluarga. Ketika Waroeng Tani didirikan pada tahun 2019, ia pun dipercaya untuk melanjutkan dan mengembangkan bisnis tersebut.

Tantangan langsung datang saat pandemi Covid-19 melanda. Ali harus memutar otak agar usaha tetap berjalan, dan untungnya, konsep warung terbuka yang mereka terapkan berhasil menarik pengunjung tanpa melanggar aturan PPKM.

Konsep warung bernuansa pedesaan ini terbukti ampuh. Bahkan selama pandemi, pendapatan usaha mereka terus meningkat.

Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, Waroeng Tani mengadopsi sistem prasmanan dan menawarkan paket makan sepuasnya dengan harga terjangkau.

“Dengan Rp8.000 saja, pelanggan bisa makan nasi dan berbagai sayuran sepuasnya. Selain itu, kami juga menyediakan lebih dari 100 menu lauk tambahan,” jelas Ali.

Salah satu menu sayur yang jadi favorit adalah olahan daun katuk, yang ditanam sendiri di kebun Waroeng Tani.

Daun katuk dikenal bermanfaat, khususnya bagi ibu menyusui, dan di tangan para ibu juru masak, daun ini diolah menjadi menu tradisional yang lezat dan bergizi. Menu ini bahkan bisa dinikmati secara gratis oleh pengunjung.

Berkat strategi ini, Waroeng Tani selalu dipadati pengunjung, terutama di bulan Ramadan. “Ramainya luar biasa. Kami bisa menerima pesanan buka puasa hingga 2.000 paket per hari.

Dengan kapasitas 1.500 orang, hampir semua tempat selalu terisi penuh,” ujarnya. Menu andalan mereka seperti Gurami Asam Manis dan Gurami Saus Telur Asin menjadi favorit pelanggan.

Saat musim liburan, pengunjung semakin banyak dan omzet Waroeng Tani bisa mencapai Rp500 juta per bulan. Kini, Ali telah menyerahkan pengelolaan usaha kepada anaknya, namun ia mengakui bahwa keberhasilan Waroeng Tani tidak lepas dari dukungan BRI.

“Saya sudah menjadi nasabah BRI sejak usia 19 tahun. Fasilitas seperti KUR (Kredit Usaha Rakyat) sangat membantu kami sebagai pelaku UMKM. Saya bahkan menganggap BRI seperti bapak angkat yang selalu mendukung usaha saya sejak awal,” ungkap Ali.

Di sisi lain, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi, menyampaikan bahwa BRI terus berkomitmen mendukung UMKM agar terus tumbuh. Mayoritas pembiayaan KUR dari BRI difokuskan ke sektor produksi, sejalan dengan program pemerintah untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing nasional.

“Kami yakin bahwa semakin banyak pelaku usaha yang memperoleh akses pembiayaan, maka kontribusi mereka terhadap ekonomi nasional juga akan semakin besar,” tutup Hendy.***

Editor : Amin Basiri
#bri #Waroeng Tani #BBRI