Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

BRI Bersama Holding Ultra Mikro Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Sertifikasi BPOM

Hendriyanto • Rabu, 11 Desember 2024 | 04:18 WIB

KEARIFAN LOKAL: Pengrajin jajanan tradisional mulai diberdayakan BRI untuk membangkitkan UMKM lokal.
KEARIFAN LOKAL: Pengrajin jajanan tradisional mulai diberdayakan BRI untuk membangkitkan UMKM lokal.

JAKARTA, RadarMadura.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama anggota Holding Ultra Mikro, PT Permodalan Nasional Madani (PNM), menyatakan komitmennya mendukung Menteri BUMN Erick Thohir dalam meningkatkan daya saing UMKM.

Langkah ini dilakukan untuk memperbanyak jumlah produk UMKM yang memenuhi standar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Pada akhir November 2024, Erick Thohir menyampaikan bahwa Kementerian BUMN telah sepakat dengan BPOM untuk mendorong sertifikasi produk UMKM.

Upaya ini dilakukan melalui tiga langkah strategis, yaitu pemaksimalan ekosistem pasar digital (PaDi UMKM), pemanfaatan database program PNM Mekaar, dan digitalisasi sinergitas untuk konsolidasi data.

“Program pertama mungkin beberapa bulan ke depan kita tuntaskan bagaimana semua bisa tersertifikasi. Nanti program berikutnya, tadi disampaikan, kita bisa memilih ada program PNM Mekaar, yaitu ibu-ibu di desa-desa yang menempat pinjaman Rp 1-5 juta yang jumlahnya 21,2 juta,” jelas Erick Thohir.

Baca Juga: BRI AI Untuk Prduktivitas, Bukan Untuk Menggantikan Peran Manusia

Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menyatakan bahwa sertifikasi BPOM ini selaras dengan komitmen BRI dalam pemberdayaan UMKM. Ia menegaskan bahwa langkah ini penting untuk meningkatkan potensi UMKM yang berkontribusi besar pada perekonomian dan pengentasan kemiskinan.

"Konsep pemberdayaan kami sungguh komprehensif dan terukur, serta dapat dimonitor dengan baik," ujar Supari. Program pemberdayaan UMKM BRI dilakukan dalam tiga fase utama, yaitu fase dasar, integrasi, dan interkoneksi.

Pada fase dasar, BRI memetakan UMKM menggunakan sistem self-assessment untuk naik kelas berdasarkan indikator yang telah disiapkan. Selanjutnya, fase integrasi dilakukan dengan menghubungkan sistem dan database BRI dengan kementerian dan lembaga terkait.

Pada fase terakhir, BRI menghubungkan sistemnya dengan instansi eksternal yang menangani perizinan, sertifikasi halal, dan UMKM ekspor. Proses ini bertujuan mempercepat perizinan dan meningkatkan daya saing produk UMKM.

Baca Juga: BRI Turut Dukung Perkembangan Ekosistem Digital UMKM Lewat Program QRIS UMI

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menegaskan pentingnya kolaborasi dengan BPOM untuk membuka peluang UMKM di pasar yang lebih luas, baik domestik maupun internasional. Menurutnya, inisiatif ini dapat mendorong pelaku usaha mikro keluar dari zona subsisten.

PNM juga memberikan edukasi kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya izin edar BPOM, khususnya bagi usaha makanan, minuman, dan produk herbal. Dengan edukasi yang sederhana dan praktis, PNM berharap dapat mempercepat pertumbuhan UMKM.

Sejak dibentuk pada 2021, Holding Ultra Mikro yang terdiri dari BRI, PNM, dan Pegadaian telah melayani 36,1 juta debitur dengan total penyaluran kredit lebih dari Rp 627,6 triliun. Hingga akhir September 2024, Holding ini juga mengembangkan 1.025 Unit Senyum di seluruh Indonesia.

Unit-unit tersebut memberikan layanan kepada lebih dari 180 juta masyarakat melalui tabungan mikro. Program ini menunjukkan komitmen Holding Ultra Mikro dalam memperluas akses keuangan dan mendorong UMKM naik kelas. (par)

Editor : Hendriyanto
#bumn #pnm #perkembangan ekonomi #bri #erick thohir #umkm #menteri