Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Produksi Ribuan Kain Batik Sebulan, Perajin Asal Tanjungbumi, Bangkalan, Pekerjakan Puluhan Karyawan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 14 Juli 2024 | 18:35 WIB
FOKUS: Seorang karyawan mengerjakan produksi batik di rumah Yusriah di Jalan Raya Tanjungbumi, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, Sabtu (29/6). (AHZAMZAM ERENDY/JPRM)
FOKUS: Seorang karyawan mengerjakan produksi batik di rumah Yusriah di Jalan Raya Tanjungbumi, Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan, Sabtu (29/6). (AHZAMZAM ERENDY/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Tanjungbumi terkenal dengan produk batiknya yang sangat bagus.

Yusriah adalah salah seorang perajin batik yang tetap eksis hingga saat ini. Dia memproduksi batik sudah lebih 10 tahun.

Batik memiliki banyak varian. Namun, batik yang diproduksi Yusriah lebih digunakan sebagai sarung.

Jenis batik yang memiliki kualitas serta ikon yang bagus banyak dikagumi penggemar.

Yusriah memproduksi batik sejak 2010. Namun, dia hanya di bagian pewarnaan. Banyak rintangan yang dilalui dan membutuhkan kesabaran agar mendapatkan hasil maksimal.

”Sudah lama saya menekuni kerajinan dalam pewarnaan batik ini,” ujar perempuan 42 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM) Sabtu (29/6).

Tempat produksi sekaligus rumah Yusriah itu berada di pinggir jalan raya. Setiap hari terdengar banyak kendaraan lalu-lalang.

Walaupun banyak suara, namun dia tetap fokus mengerjakan pekerjaannya dan konsisten untuk mendapatkan hasil yang bagus.

Produksi pewarnaan tersebut membutuhkan waktu tujuh hari, serta melewati berbagai banyak proses untuk hasil dan kualitas yang baik.

Proses pewarnaan itu, batik dicelupkan ke dalam air mendidih, lalu didinginkan dengan air, yang terakhir yaitu proses pengeringan.

Proses pengeringan membutuhkan waktu dua sampai tiga jam, bergantung dari terik matahari. ”Yang lama itu proses pemerataan warna, harus dicelup ke dalam air mendidih,” jelasnya.

Baca Juga: Produksi Kulit Sapi, Warga Burneh, Bangkalan, Raup Omzet hingga Rp 30 Juta

Dalam memproduksi batik, Yusri dibantu 30 pekerja. Mereka tidak menetap di rumah bosnya.

Setiap hari memproduksi hampir 100 batik. Jumlah itu bergantung pada pesanan juga. Bila pesanan banyak, bisa sampai 200 lembar.

Pelanggan tidak hanya di Bangkalan, melainkan sampai ke luar pulau, seperti Kalimantan, Bali, Sampit, dan Jakarta.

Setiap satu kain biasanya dibanderol Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu. Walaupun mempunyai harga yang murah, namun untuk kualitas tidak bisa diragukan.

”Saya hanya menjual grosiran, jadi harganya lebih murah,” imbuhnya. (c4/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#pewarnaan #kerajinan #batik #tanjungbumi #memproduksi #Perajin