Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Minuman Herbal Sinom Banyak Diminati Masyarakat, Produsen Siap Penuhi Pesanan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 14 Juli 2024 | 18:40 WIB
MINUMAN HERBAL: Mohammad Yasir memperlihatkan bahan-bahan produksi minuman sinom Bhunga Pa’ Ecenk di Desa Martajasah, Bangkalan, Sabtu (29/6). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
MINUMAN HERBAL: Mohammad Yasir memperlihatkan bahan-bahan produksi minuman sinom Bhunga Pa’ Ecenk di Desa Martajasah, Bangkalan, Sabtu (29/6). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Sinom menjadi salah satu minuman berbahan herbal dan memiliki banyak manfaat untuk tubuh.

Minuman itu menjadi sumber penghasilan bagi Mohammad Yasir, warga Desa Martajasah, Bangkalan.

Berkat ketekunannya memproduksi dan menjajakan sinom, dia bisa untung ratusan ribu dalam sekali produksi.

Yasir merintis minuman sinom sejak enam tahun silam. Mantan sopir anggota dewan itu memutuskan untuk resign dan merintis usaha produksi minuman sinom.

Dia belajar dari nol cara mengolah kunyit dan asam jawa menjadi minuman sinom.

”Saya juga jualan minuman dan makanan ringan di rumah, tapi itu kami lakukan pada saat ada event bola voli,” terang dia Sabtu (29/6).

Minuman sinom yang dirinya produksi mulai banyak diminati masyarakat. Dia memilih memproduksi minuman tradisional itu setelah belajar resep dari seorang teman.

Apalagi, bahan-bahan yang dibutuhkan juga mudah didapatkan, seperti kunyit, asam jawa, dan daun muda asam jawa (daun senam), dan gula.

”Sekali produksi, satu galon atau 20 liter bisa menjadi 60 botol berukuran 60 mililiter,” imbuhnya.

Yasir memproduksi sinom setelah mendapatkan orderan. Hampir setiap hari dia mendapatkan pesanan meski tidak dalam kapasitas besar.

Dia memilih tidak memproduksi sebelum ada pesanan karena minuman yang dia produksi dari bahan alami tanpa bahan pengawet.

”Jika memproduksi banyak dan tidak laku, dalam sehari bisa basi. Tapi, kalau ditaruh di lemari es masih aman meskipun tanpa bahan pengawet,” katanya.

Sinom Bhunga Pa’ Ecenk itu dalam sekali produksi bisa menghabiskan modal Rp 150 ribu.

Satu botol berukuran 60 mililiter dijual seharga Rp 6.000. Dalam sekali produksi dia bisa mendapatkan keuntungan Rp 200 ribu lebih.

”Penjualan sudah sampai ke luar Bangkalan, saya sering ngirim ke Kabupaten Sumenep dan Malang,” ujarnya. (za/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#herbal #sinom #minuman #tanpa bahan pengawet