Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Produksi Kulit Sapi, Warga Burneh, Bangkalan, Raup Omzet hingga Rp 30 Juta

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 7 Juli 2024 | 13:40 WIB
PROSES PEMBERSIHAN: Karyawan Solehan membersihkan kulit sapi di tempat produksi di Dusun Manggisan, Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Minggu (23/6). (AHZAMZAM ERENDY/JPRM)
PROSES PEMBERSIHAN: Karyawan Solehan membersihkan kulit sapi di tempat produksi di Dusun Manggisan, Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan, Minggu (23/6). (AHZAMZAM ERENDY/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Kerupuk kulit sapi banyak digandrungi pemburu kuliner.

CV ll Jaya di Dusun Manggisan, Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Bangkalan, itu merupakan salah satu tempat memproduksi kulit sapi.

Pemilik CV ll Jaya Solehan memproduksi kulit sapi sejak 2020. Sebelumnya dia bekerja di dunia pelayaran 2005–2020.

Setelah itu, berhenti dan memilih membuka usaha kulit sapi sendiri di rumahnya.

”Karena sudah cukup lama bekerja sama orang, akhirnya saya berniat membuka usaha sendiri di rumah,” tuturnya Minggu (23/6).

Kulit sapi yang dia produksi, tidak sembarangan sapi, melainkan harus sapi jantan.

Sebab, kulit sapi betina kurang bagus untuk diolah menjadi kerupuk. Kebanyakan kulit sapi jenis limusin.

Dia mendapatkan kulit sapi dari Pasar Bringkoning, Kecamatan Banyuates, Sampang; Pasar Tanah Merah, Bangkalan; dan Surabaya. Setiap satu kilogram kulit sapi dia beli Rp 14 ribu–Rp 16 ribu.

Soleh memproduksi kulit sapi dari proses pembersihan bulu hingga pengeringan saja.

Sebelum diedarkan ke konsumen harus melewati empat proses untuk menghasilkan kualitas yang baik. Pertama, membersihkan bulu dan daging yang masih menempel.

Kemudian, direndam dalam air. Lalu, ketiga proses pemasakan hingga setengah matang.

Baca Juga: Syamila Tekuni Ecoprint, Usaha Rumahan Berbahan Ramah Lingkungan dengan Hasil Menggiurkan

Tahap terakhir proses pengeringan dengan dijemur di bawah terik matahari.

Pengeringan ini membutuhkan waktu tiga hingga empat hari. ”Semua itu dilakukan oleh karyawannya yang berjumlah tujuh orang,” jelasnya.

Setelah kering, lalu ditimbang dan diikat untuk mempermudah proses pengiriman ke pelanggan. Pengiriman tidak hanya di daerah Bangkalan.

Kulit sapi itu juga dikirim ke Malang hingga Jogjakarta. Setiap kilogram kulit sapi kering dan bersih dibanderol dengan harga Rp 60 ribu–Rp 70 ribu.

”Setiap bulan omzet yang diperoleh mencapai hingga Rp 30 juta,” ungkapnya. (c4/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kuliner #limusin #Kulit Sapi #kerupuk #memproduksi #sapi jantan #kecamatan burneh