Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Abdul Halim Tekuni Miniatur Kapal Selama 30 Tahun, Harga Satu Produk Antara Rp 1,2 Juta hingga Rp 15 Juta

Hera Marylia Damayanti • Senin, 3 Juni 2024 | 16:30 WIB
KREATIF: Mohammad Rosul merangkai miniatur kapal di rumah Abdul Halim di Kampung Dumarah, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Rabu (29/5). (AHZAMZAM ERENDY/JPRM)
KREATIF: Mohammad Rosul merangkai miniatur kapal di rumah Abdul Halim di Kampung Dumarah, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Rabu (29/5). (AHZAMZAM ERENDY/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Seorang pria sedang merangkai miniatur kapal. Pria itu penuh semangat dan teliti untuk mengerjakan tugas di rumah Abdul Halim.

Bangunan yang sekaligus tempat usaha itu terletak di Kampung Dumarah, Desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan.

Suasana  di dalam ruangan yang berada di samping rumah itu sangat sunyi, walaupun dekat permukiman padat penduduk.

Banyak hiasan kapal di setiap sudut dinding. Tempat itu penuh dengan peralatan. Ada gunting, mesin, cutter serta boks kaca.

Walaupun kelihatan tidak rapi, namun saat mata memandang pajangan miniatur kapal yang banyak, rasanya hati ikut senang dan ingin membeli.

”Rata-rata yang pesan dari perusahaan. Kalau perorangan hanya satu dua saja yang pesan,” tutur karyawan bernama Mohammad Rosul itu.

Rosul bekerja pada Abdul Halim sejak 2006. Sekarang sedang sibuk merakit sembilan miniatur kapal.

Paling banyak yang pesan dari kalangan perusahaan kapal. Seperti PT PAL Indonesia, PT Adiluhung Saranasegara Indonesia, PT Dumas Tanjung Perak Shipyard Surabaya, dan PT Damen Jakarta. Pesanan jauh dari Jakarta, Balikpapan, dan Bali.

Dari semua jenis kapal, yang paling rumit dalam pengerjaan kapal feri. Sebab, bagian luar dan dalam harus kelihatan. Halim biasanya meminta waktu pengerjaan itu paling lama 45 har.

Setiap miniatur kapal memiliki harga berbeda. Bergantung kerumitan dan ukuran. Mulai dari harga Rp 1.200.000 hingga Rp 15 juta.

Halim awal membuat miniatur kapal tuna longline, jenis kapal ikan, sejak 1992 di PT PAL Surabaya.

Pria 55 tahun itu kemudian mulai memproduksi miniatur Kapal Cakraningrat Ship Model di rumahnya pada 1994.

Dengan kesabaran dan semangat yang tinggi, karya itu terus berkembang hingga menuai hasil yang bagus.

Berkat keinginannya yang selalu ingin tahu dapat menciptakan miniatur kapal sendiri.

”Pertama saya lihat-lihat saja di pameran kapal Surabaya. Terus mencoba bikin sendiri. Ternyata bisa dan disukai perusahaan kapal PT PAL Surabaya,” kenang suami Romlah, 49, itu Rabu (29/5).

Halim menuturkan, semuanya dipelajari agar terus bisa menciptakan miniatur beragam jenis kapal.

Keinginan itu tercapai hingga bisa memenuhi permintaan konsumen. Berkat karyanya itu, banyak pesanan dari berbagai perusahaan kapal.

Photo
Photo

Mulai dari jenis kapal perang, tugboat, kapal pendarat tank (landing craft tank), Kapal Dewaruci, Kapal Jokotole, dan berbagai banyak kapal lain.

Kini Halim bisa menerima pesanan berbagai jenis kapal sesuai permintaan. Mulai miniatur kapal ukuran kecil, sedang, bahkan kapal besar ukuran satu meter.  

”Kalau ukuran kapal macam-macam, sesuai dengan permintaan orang,” jelas ayah Ani, 21, dan Faik, 16, itu.

Pembuatan miniatur kapal menggunakan bahan dasar pipa PVC, tripleks, mika ukuran kecil dan besar, serta karet.

Semua pengerjaan atau pembentukan bahan tidak harus berurutan. Namun, untuk merakit harus berurutan untuk mempermudah pekerjaan.

Sementara itu, untuk menghasilkan kualitas yang bagus, pewarnaan menggunakan cat dan pilok khusus.

Agar setelah jadi, kualitas kapal dan warna tetap terjamin dan tidak mudah pudar. Bahkan, kadang pemesan membawa cat sendiri.

Selain mempunyai ide dan kreativitas, Halim biasa memanfaatkan bahan bekas agar lebih bermanfaat.

Seperti kabel bekas, namun kualitas tetap terjaga. Di tangan Halim, daur ulang bahan bekas menjadikan karya berkualitas.

”Bahan-bahan semuanya sudah berkualitas tinggi, walaupun ada bahan bekas, namun tetap terjaga ketahanannya,” ujarnya. (c4/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#kapal #miniatur #abdul halim #perusahaan #bekas