Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Petani Blewah di Pamekasan Gunakan Mulsa Plastik untuk Lindungi Tanaman dari Serangan Hama

Hera Marylia Damayanti • Senin, 1 April 2024 | 13:15 WIB
TUMBUH SUBUR: Syaiful memperlihatkan buah blewah di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (23/3). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
TUMBUH SUBUR: Syaiful memperlihatkan buah blewah di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (23/3). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Menanam tanaman dengan alas mulsa plastik masih tergolong asing bagi petani di Pamekasan.

Padahal, penggunaan mulsa plastik atau material dari plastik ini berpengaruh pada buah yang dihasilkan.

Seperti buah blewah yang ditanam Syaiful Hidayat, warga Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan.

Pria 44 tahun itu pertama menanam buah blewah dengan penutup mulsa plastik. Awalnya hanya coba-coba untuk mengetahui hasil produksi tanaman blewah ini.

Percobaan itu tidak mengecewakan. Buah yang dihasilkan benar-benar bagus. ”Kali pertama menanam buah blewah ini,” katanya.

Menurut Syaiful, fungsi mulsa plastik membuat tanah semakin gembur. Selain itu, melindungi tanaman dari serangan hama dan mencegah pertumbuhan rumput liar atau gulma.

Dia mengakui, penggunaan mulsa plastik ini dinilai mahal karena setiap rol dengan panjang 500 meter seharga Rp 750 ribu.

Meski demikian, masih menguntungkan dalam jangka panjang karena bisa dipakai sampai dua kali.

Syaiful mengungkapkan, penanaman blewah ini terbilang cukup mudah. Kali pertama harus mempersiapkan penyemaian benih selama dua minggu. Sambil lalu menunggu proses penyemaian itu, dilakukan pengolahan lahan.

Yakni, membajak tanah menggunakan hand tractor atau bisa juga dilakukan secara manual dengan cangkul atau bajak sapi.

Setelah itu membuat bedengan tanah. Bedengan itu ditutup mulsa plastik. Kemudian, bibit yang sudah siap ditanam setelah proses semai dipindah ke bedengan.

”Kami bukan menanam dari biji, tapi sudah berbentuk bibit agar proses tumbuhnya itu cepat, hanya 56 hari sudah bisa panen,” jelas pria yang juga penyuluh pertanian lapangan (PPL) wilayah Kecamatan Proppo itu.

Tidak ada perawatan secara khusus pada tanaman blewah milik Syaiful ini. Namun, dibutuhkan keahlian khusus agar menghasilkan tanaman berkualitas.

RAWAT: Syaiful Hidayat mengecek tanaman blewahnya di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (23/3). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
RAWAT: Syaiful Hidayat mengecek tanaman blewahnya di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Sabtu (23/3). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

Seperti halnya harus mengerti hama dan penyakit tanaman serta cara mengatasinya. Kunci keberhasilan menanam ini yakni keberadaan pupuk organik bokashi yang sudah diolah.

Bahan yang diolah terdiri atas campuran obat, seperti EM4, tetes tebu, dedak, dan sekam. Semua bahan tersebut diperam selama dua sampai tiga minggu, kemudian jadi pupuk organik yang siap digunakan.

Syaiful menyampaikan, pemberian pupuk organik menjadi dasar pada tanaman blewah dan lainnya.

Hanya satu kali pemakaian di awal sebelum tanam yang dicampurkan ke tanah usai membuat bedengan. Lalu, pemberian pupuk kimia NPK yang diberikan satu minggu sekali.

”Beberapa petani itu biasanya membakar pupuk kandang agar cepat kering katanya. Hal itu ternyata salah karena sama saja membakar mikroba sebagai penyubur tanah itu,” ucapnya.

Syaiful menambahkan, hal yang paling penting dalam menanam buah-buahan atau sayuran dan lainnya yakni sering melakukan pengamatan.

Apabila terkena hama, harus segera ditangani. Bila kena serangan virus diatasi menggunakan antivirus.

Jika ada bakteri, bisa diatasi dengan bakterisida. Begitu juga dengan jamur, yang harus segera diatasi dengan obatnya yang tepat.

”Intinya, perawatan harus ekstra dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kelancaran dalam proses menanam tanaman ini,” katanya. (ail/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#serangan hama #mulsa plastik #blewah #buah #bibit #gembur