BANGKALAN, RadarMadura.id – Pelaku usaha perikanan di Kabupaten Bangkalan cukup banyak.
Namun, perhatian pemerintah masih minim. Indikasinya, tidak ada pembinaan untuk meningkatkan usaha dan bantuan permodalan bagi para pelaku perikanan.
Plt Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Bangkalan Bambang Setyawan menyatakan, lembaganya tidak mengalokasikan aggaran pembinaan bagi pelaku usaha perikanan.
Karena itu, lembaganya bergantung pada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) dalam meningkatkan pelaku usaha perikanan.
”Kami belum punya anggaran untuk kegiatan pembinaan,” ujarnya Rabu (6/3).
Pembinaan Pemprov Jatim hampir sama dari tahun ke tahun. Yaitu, memberikan pembinaan akses permodalan dan pelatihan pengembangan produk.
Tahun lalu kegiatan tersebut dilaksanakan di dua kecamatan. Yakni, Kecamatan Labang dan Kecamatan Kota Bangkalan.
Mantan Kadiskominfo itu belum mendapatkan informasi dari Pemprov Jatim tentang program pembinaan pelaku usaha perikanan 2024.
Namun, lembaganya sudah mengajukan 100 pelaku usaha perikanan agar mendapat pembinaan dari Diskan Jatim.
”Satu pelatihan biasanya berisi 30-an peserta, tapi kami selalu usulkan lebih,” ucapnya.
Menurut dia, pembinaan diberikan untuk pemantapan pemahaman agar mendapat permodalan.
Sebanyak 100 pelaku usaha perikanan yang diajukan tersebar di Kecamatan Tanjungbumi dan Klampis. ”Pelaku usaha perikanan terbanyak dari dua daerah tersebut,” terangnya. (ay/jup)
Editor : Ina Herdiyana