Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Tak Hanya Perhatikan Musim, Perawatan si Pedas Juga Butuh Teknik yang Baik, Usia Dua Setengah Bulan Bisa Panen

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 21 Februari 2024 | 00:55 WIB
SUBUR: Samhori menyiram bibit cabai di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
SUBUR: Samhori menyiram bibit cabai di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id – Cabai merupakan tumbuhan yang dapat digolongkan dalam sayuran.

Tumbuhan yang memiliki nama Capsicum annuum ini sangat familier. Cara penanamannya butuh teknik yang baik.

Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Geger Supriyadi menyampaikan, tumbuhan cabai merupakam tanaman hortikultura.

Masa tanam tidak mengenal musim. Jenisnya tergolong tanaman sayuran. ”Cabai ini tanaman hortikultura yang tergolong sayuran dan buah, tapi lebih ke sayuran,” katanya.

Cabai rawit dapat tumbuh pada jenis tanah dengan tekstur berliat. Karena tekstur tanah tersebut 80 persen mengandung tanah liat. Sehingga, sangat cocok untuk tanaman jenis cabai yang membutuhkan air.

”Kalau tanah berliat itu, ketersediaan airnya bisa lebih lama, beda dengan tanah berpasir yang teksturnya mudah kering, sehingga penyerapan airnya cepat dan tidak cocok dengan cabai,” tambahnya.

Meskipun cabai membutuhkan kandungan air yang cukup banyak, tapi jika berlebihan akan menyebabkan akar cabai cepat membusuk.

Akibatnya, cabai akan mati. ”Jika tanaman jenuh pada air, maka akarnya cepat membusuk,” terangnya.

Dari persemaian bibit cabai akan tumbuh di usia 20 hari. Pertumbuhan buah cabai akan tampak pada usia 2,5 bulan hingga tiga bulan. Pada usia tersebut cabai bisa dipanen dengan baik.

PEDAS: Samhori menunjukkan buah cabainya yang masih hijau. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
PEDAS: Samhori menunjukkan buah cabainya yang masih hijau. (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

”Usia dua bulan, cabai akan berbunga, sedangkan usia dua setengah bulan itu cabai bisa dipanen saat setengah matang dan cocok untuk dijual,” ucapnya.

Didik menyampaikan, ada lima teknik cara budi daya cabai yang baik. Misalnya, bisa memilih menggunakan bibit unggul, pengolahan tanah yang sempurna, dan lain sebagainya.

Teknik tersebut dapat diterapkan pada semua jenis tumbuhan tanpa terkecuali cabai.

”Salah satunya pada teknik panen cabai yang harus tetap hitungan usia. Idealnya, usia tiga bulan itu sudah siap dipanen dan jeda panen bisa per tiga hari,” jelasnya.

Menurutnya, cabai juga merupakan tumbuhan yang rentan terserang hama. Biasanya yang menyerang itu kutu daun (aphis) dan keriting daun yang terkena virus kuning. Sehingga, pengendalian hamanya dapat dilakukan sepekan sekali.

”Pengendalian hama atau serangga itu bergantung bahan aktifnya. Biasanya petani menggunakan insektisida dimolish dan amistartop jika untuk jamurnya. Cukup pengaplikasian tiga kali sudah aman,” paparnya.

Rentan Terkena Penyakit

Tanaman hortikultura merupakan tanaman yang dibutuhkan rumah tangga. Salah satunya tanaman cabai yang hampir dijadikan bahan pokok penting.

Meskipun demikian, penanaman cabai tergolong tumbuhan yang rentan terkena penyakit atau hama.

Salah satu petani hortikultura di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Samhori menyampaikan, tanaman cabai memang tumbuh tanpa melihat musim.

TAK KENAL MUSIM: Samhori memetik cabai di kebunnya di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
TAK KENAL MUSIM: Samhori memetik cabai di kebunnya di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

Namun, perawatan wajib memperhatikan musim. Terlebih saat musim hujan. ”Saat ini memasuki musim hujan, jadi harus ekstra,” katanya.

Pada musim hujan, tanaman cabai akan mudah terkena penyakit. Biasanya saat proses pembuahan, daun cabai akan keriting dan kuning.

Hal itu disebabkan oleh hama ataupun kekurangan mikro pada tanah. ”Yang sering terjadi itu keriting dan kuning,” tambahnya.

Untuk penanganan tersebut, pihaknya akan melihat penyebab penyakit tersebut. Jika karena tanah, dirinya akan mengatur pemberian pupuk.

Dengan cara, kandungan nitrogennya lebih kecil dari fosfor dan kaliumnya. ”Jika terkena hama, cukup pengobatan,” jelasnya.

Tingkat kesuksesan saat musim hujan memang cenderung kecil. Selain biaya perawatan yang tinggi, tanaman pada musim hujan sangat mudah gagal panen.

”Kenapa harga cabai mahal di musim hujan? Karena perawatannya yang ekstra,” ucapnya.

Menurutnya, paling bagus masa tanam cabai adalah musim kemarau. Sebab, pada musim panas itu hanya membutuhkan pengontrolan ketersediaan air.

Selain itu, memastikan kebersihan tanaman pada cabai dan ketersediaan pupuk.

”Kalau musim kemarau, selain tidak butuh banyak perawatan, hasil cabai juga bagus,” pungkasnya. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#hama #tanaman cabai #Musim kemarau #hortikultura #musim hujan #cabai