SAMPANG, RadarMadura.id – Bisnis tidak selalu menjamin keuntungan. Dengan begitu, dibutuhkan konsistensi dan kerja keras agar mampu sukses dalam berwirausaha.
Agung Noviandri Kurniawan meyakini setiap keberhasilan dicapai melalui proses yang tidak mudah.
Sebab, tidak semua rencana dan ekspektasi bisa diwujudkan dalam kenyataan. Namun selagi ada kemauan, semua impian bisa diwujudkan.
Pria asal Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, itu menyampaikan, setiap orang memiliki potensi dan peluang mencapai kesuksesan.
Hal tersebut sebagaimana pengalamannya saat merintis usaha berjualan durian.
Pemilik Outlet Durian PJ itu mengaku, usaha itu dirintis bersama sang istri, Ani Dian Putri, sejak 2019. Perempuan sekaligus partner terbaiknya itu turut dalam pengembangan usahanya.
Agung memulai berjualan durian dengan menggunakan tabungan pernikahan. Mulanya, dia hanya berjualan di trotoar di kawasan Lapangan Wijaya Kusuma yang saat ini dibangun Alun-Alun Trunojoyo.
Dari usahanya itu, Agung berharap bisa menggelar pesta mewah dari hasil menjual durian. Namun, harapannya tidak sesuai rencana. Sebab, saat itu dia merugi hingga Rp 50 juta.
”Itu tabungan yang saya kumpulkan dari gaji saya saat masih bekerja di perusahaan di Surabaya,” kenangnya.
Meski begitu, kegagalan tersebut tidak membuat semangatnya pupus. Dia tetap kembali memulai usahanya dengan mencari pinjaman modal.
Baca Juga: Akhirnya Oknum Kepala Sekolah Disel, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual kepada Guru dan Wali Murid
Perlahan secara pasti, Agung mulai mendapatkan hasil positif dari wirausaha yang dijalani.
Saat ini Agung memiliki penjualan buah durian di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Sampang. Dia juga mempekerjakan sumber daya manusia (SDM) lokal.
Sehingga, usaha yang dikembangkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru.
Suami Ani Dian Putri itu mengaku kegagalannya dalam berbisnis tidak hanya sekali. Dia pernah ditipu oleh mitra kerjanya sendiri, yaitu pemasok durian. Pesanan durian yang sudah dibayar tak kunjung diantar.
Pengalaman pahit itu dijadikan pembelajaran oleh Agung. Sehingga. dia harus datang ke daerah pemasok durian yang akan menjadi penyuplai dagangan di rak outletnya. Dengan cara itu, perlahan bisnisnya semakin berkembang.
Baca Juga: Dugaan Pelanggaran Etik Ketua PPS Menggelinding, Bawaslu Ambil Perkara Pidana Pemilu
Sebagai pengusaha, pendapatan yang diperoleh tidak pasti. Namun, rata-rata pendapatannya setiap bulan sekitar Rp 200 juta. Omzet sebesar itu tidak pernah terbayangkan oleh Agung.
Pria kelahiran 1992 itu menyampaikan, bisnis yang dikembangkan berekspansi pada dunia katering. Yaitu, berjualan roti gembul. Usaha keduanya tersebut tidak hanya dikembangkan di Kota Bahari. Dia juga membuka cabang di kabupaten lain.
Roda bisnis tersebut dilakukan bersama 40 karyawannya. ”Menjadi pengusaha itu harus kaya inovasi. Seperti mempromosikan produk tidak cukup dengan satu cara. Harus banyak inovasi dari waktu ke waktu,” katanya. (jun/jup)