Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Baru Produksi, Brownies Crunchy Bikinan Warga Kamal, Bangkalan, Langsung Banjir Pesanan

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 21 Januari 2024 | 16:53 WIB

KREATIF: Marysa Ulfa menunjukkan hasil kue browniesnya setelah dioven di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
KREATIF: Marysa Ulfa menunjukkan hasil kue browniesnya setelah dioven di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
 

BANGKALAN, RadarMadura.id – Usaha rumahan digandrungi masyarakat. Salah satunya usaha brownies crunchy yang banyak diburu pelanggan hingga luar daerah. Padahal usaha tersebut terbilang baru berjalan sebulan.

Pemilik usaha brownies crunchy Marysa Ulfa menyampaikan dirinya memang memiliki usaha kue kering.

Namun, dirinya ingin mencoba membuat varian baru dengan pemasaran lebih luas lagi. Sehingga, dirinya berinisiatif membuat brownies crunchy menjadi solusi.

”Awalnya saya buka usaha terima pesanan kue tar, karena saya ingin berkembang dan memiliki produk yang bisa terkenal ke luar daerah, jadi saya usaha brownies ini,” katanya Sabtu (6/1).

Satu kemasan brownies crunchy berisi 60 gram kepingan brownies kering. Harganya hanya dibanderol Rp 10 ribu, untuk reseller Rp 9 ribu.

”Kalau untung bersihnya mungkin separo dari omzet,” tambahnya.

Perempuan 35 tahun itu mengatakan, usahanya memang baru berjalan satu bulan lebih.

Namun, pemasaran sudah menembus sejumlah kota. Misalnya Kota Sidoarjo, Banyuwangi, Bengkulu, dan daerah lainnya.

KREATIF: Marysa Ulfa memproduksi kue brownies di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)
KREATIF: Marysa Ulfa memproduksi kue brownies di Desa Kebun, Kecamatan Kamal, Bangkalan, Sabtu (6/1). (VIVIN AGUSTIN HARTONO/JPRM)

”Baru dua minggu berjalan, teman saya yang di luar kota mulai mesen. Jadi sekali ngirim puluhan kemasan,” terangnya.

Dalam sekali produksi, Marysa bisa menghasilkan ratusan kemasan. Dengan proses produksi dibantu dua rekan kerja dan suaminya.

Sebab jika sendirian kewalahan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

”Alhamdulillah, suami juga bantu saya dalam usaha ini, kadang kalau ada pemesanan dia yang buat kuenya,” tutur istri Edi Purwanto tersebut.

Ibu satu anak itu bersyukur produk brownies crunchy Edysa telah menguntungkan daripada usaha kue kering sebelumnya.

Dia berharap usaha tersebut terus berkembang hingga tembus pasar luar negeri. ”Harapan saya, semoga bisa lintas negara. Mohon doanya semoga terus bekembang,” harapnya. (ay/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#brownies #luar daerah #satu bulan #brownies cruncy