Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Bermodal Sabar dan Telaten, Warga Galis, Pamekasan, Berhasil Budi Dayakan Jamur Tiram

Hera Marylia Damayanti • Minggu, 14 Januari 2024 | 14:30 WIB
TUMBUH: Arofiq mengecek tanaman jamur tiramnya di Desa Konang, Kecamatan Galis, Pamekasan, Sabtu, 23 Desember 2023. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
TUMBUH: Arofiq mengecek tanaman jamur tiramnya di Desa Konang, Kecamatan Galis, Pamekasan, Sabtu, 23 Desember 2023. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, Jawa Pos Radar Madura – Jamur tiram tanaman yang biasanya hidup di tempat lembap bisa dibudidayakan di Pamekasan. Seperti halnya Arofiq, warga Desa Konang, Kecamatan Galis, yang 13 tahun melakukan budi daya jamur tiram. Ide itu muncul saat dia menemukan jamur tiram yang tumbuh di suatu daerah yang cuacanya juga panas.

”Setelah saya telusuri, loh kok bisa tumbuh di daerah kering seperti ini? Akhirnya saya coba aplikasikan di Pamekasan,” kata pria yang akrab disapa Rofiq itu.

Dia menyampaikan, untuk media tanam jamur tiram ini ada serbuk gergaji. Lalu bekatul, kapur, dan bibit jamur tiram. Serbuk gergaji harus dari pohon yang berjenis lunak, seperti pohon randu, kapuk, sengon, dan sebagainya.

Komposisinya untuk 150 baglog dibutuhkan empat setengah karung serbuk gergaji pohon, lalu bekatul seberat 15 kg, kapur 3kg, dan air secukupnya. Untuk takaran airnya tidak ada ukuran khusus.

Untuk mengetahui kecukupan air tersebut, apabila semua media tersebut sudah dicampur lalu digenggam dengan erat dan ketika dibuka tidak berhamburan, maka itu sudah cukup.

”Kalau setelah dibuka dari genggaman masih amburadul, itu tandanya airnya kurang, kalau pas digenggam masih keluar air di sela-sela jari, maka itu airnya kebanyakan,” jelas pria asal Banyuwangi itu.

Tahapan selanjutnya, semua media tanam tersebut dimasukkan ke dalam baglog. Lalu, proses sterilisasi antara suhu 100 sampai 110 derajat Celsius.

Kemudian, masuk proses pembibitan dan alat-alat yang digunakan itu harus disterilkan dengan alkohol 95 persen. Kalau alat-alat yang terbuat dari besi itu dipanaskan lebih dulu untuk mengindari kontaminasi.

Selanjutnya masuk proses inkubasi. Yakni, proses untuk menumbuhkan miselium atau spora atau akar jamur yang menjadi cikal bakal jamur tiram bisa tumbuh. Suhu yang dibutuhkan 30 sampai 35 derajat Celsius.

SEGAR: Jamur tiram milik Arofiq yang siap panen. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
SEGAR: Jamur tiram milik Arofiq yang siap panen. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

Ruangan untuk penyimpanan baglog tersebut harus dilakukan sterilisasi terlebih dahulu, baik dari cuaca maupun yang masuk ke areal ruangan itu.

Sebab, jamur ini rentan akan kontaminasi. Sehingga tingkatan keasaman ruangan juga harus diperhatikan, yakni dengan menabur kapur di sekitar baglog dan ruangan itu.

Selanjutnya masuk proses perawatan atau miselium sudah tumbuh sempurna. Yakni, dengan ciri-ciri miselium menutupi seluruh media tanam di baglog dengan tanda warna putih yang berarti miselium sudah tumbuh dengan baik.

”Bisa panen selama 15 hari. Dan kalau sudah enam bulan, baglog itu sudah tidak bisa digunakan kembali. Jadi harus kita buang,” ungkap Rofiq.

Penyiraman air pada jamur tiram juga harus melihat cuaca. Apabila musim kemarau, penyiraman harus dilakukan setiap jam, namun hanya sampai pukul 15.00. Tapi ketika musim hujan, penyiraman satu hari dua kali, pagi dan siang.

Jadi kalau sore masih dilakukan penyiraman, kandungan air pada jamur sangat tinggi dan hasilnya tidak bagus,” jelas Rofiq.

Menurut dia, budi daya jamur tiram tidak ada yang sulit. Hanya butuh semangat dan telaten untuk merawat agar bisa tumbuh dengan baik. ”Kita coba dulu, belum tentu yang cuaca panas jamur tiram tidak bisa tumbuh. Ini buktinya,” tuturnya. (ail/luq)

Dulu Ditolak, Kini Diburu Tengkulak

PROSES: Arofiq sedang menata jamur tiramnya yang masih masa inkubasi Sabtu, 23 Desember 2023. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
PROSES: Arofiq sedang menata jamur tiramnya yang masih masa inkubasi Sabtu, 23 Desember 2023. (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

Untuk mendapatkan hasil yang sempurna harus melalui proses yang cukup berat. Arofiq dihadapkan dengan kegagalan saat membudidayakan jamur tiram di percobaan pertamanya. Sebanyak 700 baglog jamur tiramnya gagal tumbuh.

Meskipun seperti itu, dia tidak lantas berhenti dan meneruskan kembali budi daya jamur tiramnya itu. Terbukti, dari kegagalan itu, saat ini sudah ada ribuan baglog yang ada di rumahnya di Desa Konang, Kecamatan Galis, Pamekasan.

”Alhamdulillah, sekarang sudah berkisar 7.000 baglog,” katanya.

Di awal pemasarannya, Rofiq panen 5 kg jamur tiram. Dia memasarkan sendiri kepada para pedagang di pasar-pasar tradisional. Penolakan dari pedagang dan masyarakat sekitar yang dia temui beranggapan jamur tiram yang dia jual beracun.

Namun, untuk saat ini, pendapatan yang dia capai bisa Rp 7 juta dalam waktu satu bulan. Kini para pedagang yang datang langsung ke rumahnya. ”Bersyukur saja, apa pun yang kita jalani intinya bersyukur,” kata Rofiq.

Dalam proses panen, berkisar 15 kg jamur tiramnya laris kepada para tengkulak yang mengambil langsung kepada Rofiq. Bahkan, ada salah satu pedagang yang selalu kurang sebab tidak sampai satu hari jamur tiram milik Rofiq laku keras.

Rofiq menyampaikan, dalam membangun usaha ini memang harus diperhatikan kualitas. Sehingga, apabila menjual dengan harga tinggi, konsumen tidak ragu dalam membelinya.

”Dan saya juga ingin di Pamekasan ini bisa menyaingi pangsa pasar dari luar Madura,” tegasnya. (ail/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#serbuk gergaji #banyuwangi #pamekasan #jamur tiram #baglog #miselium #penyimpanan baglog #kecukupan air #budi daya jamur tiram #110 derajat Celsius #kecamatan galis