Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Modal Ratusan Ribu Untung Ratusan Juta, Pancake Durian Madura Sasar Pasar Luar Daerah

Hera Marylia Damayanti • Senin, 18 Desember 2023 | 13:59 WIB
USAHA: Baihaki memperlihatkan pancake durian olahannya di Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (9/12). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)
USAHA: Baihaki memperlihatkan pancake durian olahannya di Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (9/12). (LAILIYATUN NURIYAH/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Membangun usaha tidak harus dari modal besar. Modal yang hanya ratusan ribu bisa menghasilkan untung hingga ratusan juta. Tekun kemudian berani gagal dan selalu mengandalkan kebesaran Tuhan dalam berusaha menjadi kunci suksesnya usaha tersebut.

Seperti halnya Baihaki, warga Desa Larangan Luar, Kecamatan Larangan, Pamekasan. Dia memulai usaha pancake durian sejak lima tahun yang lalu. Sebelumnya dia menjadi tenaga kesehatan honorer di salah satu puskesmas dan rumah sakit di Sumenep. Namun dia memutuskan resign.

”Hasilnya itu tidak sebanding dengan bolak-balik saya dari Sumenep ke Pamekasan,” ungkapnya.

Kemudian, Baihaki menjajal membuat penganan berbahan buah durian ini. Dengan modal Rp 126 ribu, dia mendirikan usaha pada 2019. Baihaki membeli durian di Pamekasan dan membuka usaha durian kupas. Setelah itu, dia berkenalan dengan pengusaha durian dari Medan dan ilmu membuat pancake durian pun ditularkan.

Pandemi Covid-19 yang melanda pada 2020 menjadi angin segar bagi Baihaki. Dia banjir pesanan. Di situlah pancake duriannya pertama dikenal di Kota Pahlawan. ”Bukan di Madura, tapi di Surabaya, pangas pasarnya lebih besar,” ungkap Baihaki.

Dalam satu hari bisa membuat 1.800 pak dan dibantu oleh 60 karyawan yang berasal dari tetangga sekitar. Komitmen Baihaki, dia tidak mau meraup untung sendirian. Dia juga harus berbagi kepada tetangga dengan membuka lowongan pekerjaan.

OLAHAN: Para karyawan sedang membuat pancake durian, Rabu (22/11). (BAIHAKI UNTUK JPRM)
OLAHAN: Para karyawan sedang membuat pancake durian, Rabu (22/11). (BAIHAKI UNTUK JPRM)

Dari modal ratusan ribu itu, dalam satu hari bisa mendapatkan untung Rp 9 juta atau satu bulan Baihaki bisa mendapatkan omzet berkisar Rp 270 juta. Hasil yang sangat jauh apabila dibandingkan dengan modal yang hanya ratusan ribu pada lima tahun lalu.

”Kalau pancake yang isi delapan seharga Rp 5 ribu. Lalu yang isi 21 itu Rp 20 ribu,” ujar pria 31 tahun alumnus Universitas Wiraraja Sumenep itu.

Pemasaran olahan pancake-nya juga sudah meluas. Mulai dari Madura, Surabaya. Sidoarjo, Malang, Bali, Banjarmasin hingga Pontianak. Dia bisa bertahan karena usaha ini milik sendiri, sehingga mudah mengatur waktu. Baik waktu kerja dan berkumpul dengan keluarga bisa dia atur. Jadi tidak melulu bekerja.

”Karena saya ingin punya uang, tapi waktu kumpul dengan keluarga juga ada,” kata Baihaki sambil lalu tersenyum.

Namun yang namanya usaha, pasti pernah gagal. Menurut Baihaki, pengusaha itu wajib gagal. Belasan juta raib saat durian yang didatangkan dari Medan itu tidak sesuai dengan keinginan. ”Tapi, apakah kita harus berhenti? Tentu tidak. Gagal itu wajib bagi semua pengusaha, karena kita bisa belajar dari kegagalan itu,” pungkasnya. (ail/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#ratusan juta #pamekasan #durian #Pancake Durian