PAMEKASAN, RadarMadura.id – Sudah lama PR Empat Sekawan merambah pasar internasional. Hal itu terus dipertahankan hingga sekarang.
Buktinya, perusahaan rokok yang berbasis di Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, itu kembali mengekspor ratusan produknya ke Malaysia, Rabu (6/12).
Keberanian Suhaydi patut diapresasi. Pasalnya, dari sekian banyak perusahaan rokok yang ada di Kabupaten Pamekasan, PR Empat Sekawan adalah satu-satunya perusahaan yang memiliki pangsa pasar yang luas. Padahal, tidak mudah untuk mencapai hal itu.
Baca Juga: Transisi Pemain Jadi Evaluasi Utama, Laskar Ronggosukowati Hadapi Perseba Bangkalan Hari Ini
Pria yang karib disapa Bos Edy itu mengatakan, ekspor yang dilakukan kali ini tujuannya ke Malaysia. Jumlah rokok yang akan dikirim mencapai 400 karton.
”Kami mengirim 400 karton ke Malaysia hari ini. Disaksikan langsung pihak Bea dan Cukai Pamekasan,” tutur Edy kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).
Sejak mendapat peluang pasar internasional, dirinya terus berupaya untuk memperluasnya. Salah satu cara yang dilakukan adalah menjaga kepercayaan konsumen dan produk PR Empat Sekawan. Terutama dari sisi kualitas.
”Saya berusaha mempertahankan hal tersebut. Terutama bagaimana caranya agar produk PR Empat Sekawan tetap dipercaya oleh konsumen,” tambahnya.
Dijelaskan, salah satu produk PR Empat Sekawan yang sangat terkenal di masyarakat bermerek Djava. Sedangkan rasanya cukup variatif. Mulai dari mild, putihan, american blend, rasa teh, dan sebagainya.
Pemasaran produk rokok PR Empat Sekawan di luar negeri cukup banyak. Mulai dari Malaysia, Timor Leste, Thailand, hingga Afrika.
Baca Juga: Satpol PP Sosialisasikan Pencegahan Rokok Ilegal melalui Pamekasan Bersalawat dan Bermunajat
Hal ini menandakan keberhasilan yang dicapai PR Empat Sekawan luar biasa. Bahkan, ke depan, Edi akan beruapaya merambah ke negara-negara lain, misalnya Dubai dan sekitarnya.
”Yang harus dilakukan adalah menjaga kepercayaan konsumen. Baik itu untuk pembeli tingkat lokal, nasional, sampai internasional. Khususnya kualitas produk.
Peluang akan selalu ada, tapi seberapa jauh konsistensi kita dalam menjalankan roda bisnis itu menjadi tantangan,” ingatnya. (di/yan)
Editor : Fatmasari Margaretta