Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Warga Pegantenan, Pamekasan, Tanam Pohon Alpukat, Siap Berbuah di Tahun Keempat

Hera Marylia Damayanti • Senin, 6 November 2023 | 04:04 WIB
PANEN: Saifuddin memetik alpukat jenis markus di lahan miliknya di Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Sabtu (11/10). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
PANEN: Saifuddin memetik alpukat jenis markus di lahan miliknya di Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan, Sabtu (11/10). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

PAMEKASAN, RadarMadura.id – Buah alpukat salam juga dapat ditemukan dengan mudah di Pamekasan. Seperti yang ditanam oleh Saifuddin di Desa Tebul Barat, Kecamatan Pegantenan, Pamekasan. Lahan yang ditanami buah alpukat milik Saifuddin yakni seluas setengah hektare.

Ratusan pohon alpukat berjejer rapi. Pohon ditanam dengan jarak lima meter. Jenis alpukat yang ditanam juga bervariasi. Rencananya lahan itu akan dijadikan sebagai wisata agro buah. Pengunjung yang datang untuk membeli, tinggal memetik sendiri. ”Ada lima jenis varian yang ditanam di sini,” terangnya Sabtu (21/10).

Sembari menggunting ranting-ranting kecil yang tidak produktif, Saifuddin menunjukkan jenis-jenis varian macam buah alpukat yang ditanam. Di antaranya alpukat markus, aligator, kelud, miki, dan hass.

Pria 54 tahun itu memaparkan, menanam pohon buah alpukat tidak mudah. Membutuhkan waktu kisaran dua sampai tiga tahun. Perawatannya mesti dilakukan dengan baik agar pohon dapat tumbuh dengan subur.

”Menanam pohon jika dilakukan dengan baik dan perawatannya tepat, buah yang dihasilkan nantinya juga akan bagus,” terangnya.

SIAP PANEN: Buah alpukat jenis kelud milik Saifuddin bergelantungan di pohon Sabtu (11/10). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)
SIAP PANEN: Buah alpukat jenis kelud milik Saifuddin bergelantungan di pohon Sabtu (11/10). (UBAIDILLAHIR RA’IE/JPRM)

Cara menanam pohon alpukat yang bagus disiapkan terlebih dahulu lubang tanam 60 sentimeter persegi. Kemudian, media tanam juga disiapkan yang terdiri atas tanah dicampur sekam dan kompos. Sebab, media tanam sangat berpengaruh pada pertumbuhan dan kesuburan tanaman.

”Tujuannya, supaya tanah menjadi gembur dan higroskopis. Sehingga, air, oksigen dapat mudah terserap, dan akarnya mudah menembus tanah,” terangnya.

Bapak tiga anak itu menerangkan, menanam buah tersebut untuk berbuah membutuhkan waktu yang sangat lama. Dari awal menanam hingga bisa berbuah membutuhkan waktu 3 tahun. ”Di tahun keempat, semua pohon sudah siap berbuah,” ujarnya.

Dalam setahun, pohon alpukat hanya berbuah satu kali. Sebab, proses pembuahannya membutuhkan waktu sangat lama. Sebab, dari saat berbunga hingga bisa dipetik membutuhkan waktu enam bulan. ”Saat sudah enam bulan, baru buah alpukat bisa dipetik,” ujarnya.

Saifuddin menerangkan, rata-rata pohon alpukat miliknya tidak terlalu tinggi. Hanya kisaran tiga meter. Namun, buah alpukat yang bergelantungan di pohon sangat lebat. Untuk membuat tanaman subur, perawatan mesti dilakukan dengan baik. Yakni, dengan cara dipupuk rutin 4 bulan sekali dan rutin dilakukan penyiraman dua hari sekali. ”Ranting-ranting yang tidak bakal menjadi ranting utama mesti dipotong,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemangkasan ranting sangat penting sebagai penunjang kelebatan buah. Sebab, jika tidak dipotong, ranting tersebut akan memakan nutrisi pohon dan pastinya ranting itu akan mati jika tidak menjadi ranting utama. ”Daripada protein dihabiskan ranting tidak produktif itu, mending dipangkas saat masih awal,” ujarnya.

Saifuddin memaparkan, tanda-tanda buah siap dipetik mudah untuk mengenalinya. Di antaranya, warnanya sudah mulai kusam dan tidak mengilap. Selain itu, mulai timbul bintik-bintik hitam pada buah. ”Dan, tangkainya sudah mulai menguning,” ujarnya.

Setelah dipetik, buah alpukat tidak bisa langsung dikonsumsi. Sebab, dagingnya masih keras. Hendaknya disimpan selama tiga hari hingga daging buah lembut. ”Jika mau dikonsumsi, menunggu lembut dulu kulitnya, baru itu sudah bisa dikonsumsi dagingnya,” tuturnya. (bai/luq)

Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News

Editor : Hera Marylia Damayanti
#varian #pamekasan #buah #wisata agro #gunting #berbuah #tanah #alpukat #perawatan