PAMEKASAN, RadarMadura.id – Kegigihan tanpa kenal putus asa menjadi modal utama dalam menjalani usaha. Seperti yang ditunjukkan Kandarusman. Dia menekuni usaha sandal bakiak dan miniatur karapan sapi. Usahanya sempat vakum. Namun, kini sukses dan meraup omzet belasan juta per bulan.
Saat dijumpai Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pria asal Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, itu sedang membuat bakiak pesanan pelanggan. Dia menceritakan awal mula bergelut di bidang usaha kreatif.
Awalnya, Kandarusman menekuni usaha jasa pembuatan dekor, relief, dan sebagainya. Namun, usaha yang ditekuni tersebut kurang prospek dalam jangka waktu panjang. ”Akhirnya saya mencari usaha lain sebagai tambahan penghasilan,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Rusman tersebut kemudian menemukan peluang dengan menekuni usaha bakiak dari kayu dan replika karapan sapi. Bahkan, dia juga mencoba membuat karya miniatur tiga dimensi yang terbuat dari fiber. ”Saya mulai usaha ini sejak 2018,” ujarnya.
Namun, usaha yang dijalankan pria berusia 40 tahun itu sempat mengalami kendala. Pada 2020, usahanya vakum lantaran keterbatasan alat. Semangatnya mulai tumbuh kembali saat mengikuti pelatihan kerja yang digelar Pemkab Pamekasan pada 2022.
”Saya kemudian mendapatkan bantuan mesin dari pemerintah. Berbekal mesin itu, saya kembali menekuni usaha,” terangnya.
Suami dari Nurus Sobah itu menerangkan, harga produk kreatif yang dijual beragam. Bakiak dengan ketebalan 3 sentimeter dibanderol Rp 40 ribu. Sedangkan yang memiliki ketebalan 5 sentimeter dijual Rp 60 ribu.
”Kalau miniatur karapan sapi dan sape sono’ dijual masing-masing Rp 350 ribu,” ujarnya.
Pemasaran usaha tersebut masih dilakukan di sekitar Pamekasan. Namun, siapa sangka, omzet yang diperoleh cukup menjanjikan. Dalam sebulan, dia bisa mendapatkan sebesar Rp 7 juta. ”Kalau lagi ramai pesanan, sebulan bisa mencapai Rp 15 juta,” ujarnya.
Rusman menjelaskan, menekuni usaha memang penuh tantangan. Namun jika mau belajar untuk meningkatkan kualitas produk, pasti akan dipercaya pelanggan. ”Jika orang lain bisa, kenapa kita tidak. Intinya jangan mudah putus asa,” pungkasnya. (bai/pen)
Baca artikel dan berita menarik dari RadarMadura.id lainnya di Google News
Editor : Fatmasari Margaretta