BANYUWANGI – DPD PDI Perjuangan Jawa Timur membagikan 2.000 paket sembako kepada masyarakat di Kabupaten Banyuwangi, Sabtu (19/9/2026). Bantuan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan tanpa membedakan latar belakang maupun pilihan politik.
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat tidak boleh dibatasi oleh perbedaan pilihan politik. Menurut dia, ketika masyarakat membutuhkan bantuan, yang harus dikedepankan adalah kepedulian dan kehadiran untuk membantu.
“Jangan lihat pilihan politiknya. Kita harus senantiasa membela wong cilik, tanpa melihat pilihan politiknya,” ujar Said.
Ketua Badan Anggaran DPR RI itu menegaskan, politik bagi PDI Perjuangan tidak semata-mata berbicara tentang kontestasi. Lebih dari itu, keberadaan partai politik harus bisa memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Said menyebut, masyarakat yang tengah menghadapi kesulitan membutuhkan kehadiran dan kepedulian bersama. Karena itu, bantuan sosial tidak semestinya didahului dengan pertanyaan mengenai pilihan politik penerimanya.
“Siapapun yang membutuhkan, wajib kita beri bantuan. Jangan sampai ketika rakyat membutuhkan pertolongan, kita masih melihat dia pilihan politiknya apa,” tegasnya.
Dia menambahkan, semangat untuk terus bersama rakyat merupakan bagian dari komitmen PDI Perjuangan, terutama dalam membantu kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Menurut Said, partai politik tidak seharusnya hanya hadir ketika momentum pemilu tiba. Kehadiran partai, kata dia, justru harus dirasakan masyarakat dalam berbagai situasi, termasuk ketika menghadapi persoalan ekonomi.
“Partai politik jangan hanya hadir ketika ada pemilu. Ketika rakyat membutuhkan, ketika ada kesulitan, ketika ada persoalan ekonomi, di situlah kita harus hadir,” katanya.
Pembagian 2.000 paket sembako di Banyuwangi tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian kepada masyarakat. Paket bantuan itu diharapkan dapat membantu meringankan sebagian kebutuhan rumah tangga warga, khususnya mereka yang tengah menghadapi tekanan ekonomi.
Politisi senior asal Kabupaten Sumenep itu menyadari bahwa bantuan tersebut bukanlah solusi atas seluruh persoalan masyarakat. Namun, dia berharap bantuan sederhana itu dapat menjadi bentuk nyata kepedulian dan kebersamaan dengan rakyat.
“Ini mungkin tidak besar, tetapi mudah-mudahan bisa sedikit meringankan beban masyarakat. Yang paling penting adalah kepedulian dan kehadiran kita bersama rakyat,” pungkasnya. (*)
Editor : Dafir.