Matahari yang Tak Pernah Lelah Menyinari

Hera Marylia Damayanti • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 07:35 WIB
Moh. Rusydi Zain ZA
Moh. Rusydi Zain ZA

Oleh MOH. RUSYDI ZAIN ZA*

 

Matahari tidak pernah memilih kepada siapa cahayanya diberikan. Begitu pula Jawa Pos Radar Madura. Selain menyinari pembacanya, koran ini juga menjadi cahaya bagi mereka yang ditempa di ruang redaksi. Saya adalah salah satunya.

 

JAWA Pos Radar Madura (JPRM) bagi saya adalah kampus yang jurusan, mata kuliah, bahkan jumlah SKS-nya tidak dibatasi. Di perusahaan media cetak inilah saya belajar banyak bidang keilmuan.

Saya masih ingat, dulu di ruang redaksi terdapat sebuah tulisan, "Tidak ada berita seharga nyawa."

Bagi saya, kalimat itu bukan sekadar slogan, melainkan alarm untuk selalu mengukur diri saat mendalami setiap persoalan yang akan disajikan kepada pembaca.

Saya ditempa di Biro Bangkalan, kemudian magang di Biro Pantura, praktik di Biro Sampang, hingga akhirnya "diwisuda" di Biro Sumenep.

Bagi saya, puncak karier seorang wartawan di JPRM adalah ketika dipercaya menjadi kepala biro.

Menjadi kepala biro (Kabiro) merupakan dambaan setiap wartawan JPRM. Jabatan itu sangat sakral karena siapa pun yang mendudukinya dituntut menguasai berbagai bidang keilmuan.

Tujuannya tidak lain untuk menjaga marwah dan nama baik JPRM sebagai salah satu perusahaan media cetak yang telah lama menjadi bagian penting dari dunia pers di Madura.

Namun, untuk menjadi Kabiro, manajemen menerapkan seleksi ketat. Wartawan yang berkeinginan menjadi Kabiro harus matang di bidang jurnalistik.

Baik dalam hal kepenulisan, pengelolaan isu, dan jejaring. Salah satunya dibuktikan dengan menjadi redaktur.  

Alhamdulillah, pada 2022 saya mendapat amanah sebagai Kabiro Sumenep. Amanah itu saya emban selama satu tahun.

Sebab, pada 2023 saya berpamitan untuk mengemban tugas sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Sumenep.

Saya juga masih ingat pesan para senior. Mereka sering mengatakan bahwa wartawan JPRM sejatinya diseleksi oleh alam semesta.

Sebab, meskipun diterima bekerja, belum tentu semua mampu bertahan. 

Yang ditempa bukan hanya fisik, tetapi juga mental. Karena itu, alumni JPRM diyakini mampu bertahan dan beradaptasi di mana pun berada.

Saya tidak akan pernah melupakan JPRM. Tempat ini telah membekali saya untuk terus belajar banyak hal, bukan hanya tentang jurnalistik, tetapi juga tentang kehidupan.

Untuk JPRM, saya mengucapkan selamat ulang tahun. Teruslah menjadi perusahaan media yang hidup dan menghidupi.

Teruslah menjadi matahari yang tanpa pandang bulu memberikan cahaya kepada siapa pun, setiap hari. (*/han)

*)Mantan Redaktur dan Kepala Biro Sumenep, sekarang anggota Bawaslu Sumenep.

Editor : Hera Marylia Damayanti
hidup dan menghidupi Tidak ada berita seharga nyawa perusahaan media jawa pos radar madura matahari