BANGKALAN, RadarMadura.id – Bencana kekeringan di Kabupaten Bangkalan berpotensi meluas.
Sebab, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi jika musim kemarau akan berlangsung hingga Oktober mendatang dan berpotensi berlanjut sampai Januari 2027.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan, Arif Rahman Surya Atmaja tidak menampik prediksi cuaca tersebut.
Dia menyebut, dampak dari kemarau panjang mulai dirasakan sebagian masyarakat di Kota Salak sejak beberapa waktu terakhir.
”Itu terbukti dengan banyaknya permintaan air bersih yang kami terima,” ujarnya.
Hingga saat ini permintaan air bersih terus bertambah. Tercatat, ada tujuh kecamatan yang mengalami kekeringan ekstrem dan mengajukan bantuan droping air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Total ada 22 desa yang warganya kini sangat bergantung pasokan air dari pemerintah daerah.
”Jika kemarau ini terus berlanjut hingga Oktober sesuai prediksi, tentu desa terdampak kekeringan akan semakin meluas,” tambahnya.
Selain itu, armada yang digunakan BPBD Bangkalan untuk distribusi air bersih terbatas. Saat ini tercatat hanya dua unit armada tangki yang bisa diandalkan untuk melakukan droping air bersih ke desa terdampak kekeringan.
”Hanya mengandalkan dua armada operasional, mobilitas pengiriman air tentu menjadi sangat terbatas,” ucapnya.
Yayak menyatakan, pihaknya akan segera mengambil langkah taktis dengan mengajukan permohonan bantuan armada serta suplai air bersih tambahan ke BPBD Provinsi Jawa Timur.
Langkah ini dinilai lebih efektif untuk memastikan ketersediaan cadangan air bersih tetap aman.
”Kami akan segera mengajukan bantuan ke BPBD Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat persediaan air bersih,” tandasnya. (za/bil)
Editor : Amin Basiri