PAMEKASAN, RadarMadura.id – Malam Anugerah Madura Awards 2025 berlangsung meriah di Azana Style Hotel Madura, Senin (29/12) malam.
Ajang tahunan yang digagas Jawa Pos Radar Madura (JPRM) itu memberikan penghargaan sebagai apresiasi kepada tokoh, institusi, dan pemerintah yang dinilai memberi kontribusi konkret bagi kemajuan Madura.
Direktur JPRM Abdul Aziz menyampaikan, Madura Awards dapat terselenggara berkat dukungan semua pihak. Baik pemerintah daerah, sponsor, mitra, hingga pengisi acara.
"Kolaborasi itulah yang membuat agenda tahunan ini terus berjalan konsisten dan bermakna," ujarnya.
Aziz menegaskan, ajang penuh penghargaan itu merupakan ikhtiar untuk memberi pengakuan atas kerja-kerja nyata dalam membangun Madura.
Karena itu, tema yang diusung selalu berubah setiap tahun, menyesuaikan dengan isu strategis di tengah masyarakat.
Tahun ini, Madura Awards mengangkat tema Tembakau Madura Menyejahterakan.
”Tema tersebut dipilih karena tembakau menjadi salah satu produk pertanian unggulan Madura dengan kualitas terbaik, bahkan diakui di tingkat global,” ujarnya.
Geliat industri hasil tembakau pun kian terasa. Kehadiran pabrik-pabrik lokal mendorong lonjakan harga tembakau petani.
”Kami berharap, tembakau bisa melengkapi identitas Madura. Bukan hanya Pulau Garam, tetapi juga Pulau Tembakau,” ujar Aziz.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menilai bahwa tema Madura Awards 2025 memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dia meyakini kontribusi tembakau Madura sangat dominan dalam menopang industri tembakau nasional.
Bagi Kholilurrahman, tembakau bukan sekadar komoditas ekonomi. Tembakau adalah identitas sosial masyarakat Madura.
”Keberpihakan terhadap tembakau adalah keberpihakan terhadap masyarakat,” ujarnya.
Dia mendorong perhatian lebih dari pemerintah pusat, termasuk usulan penambahan kelas cukai bagi industri rokok pemula.
”Semoga ajang ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga ruang refleksi sekaligus pemantik semangat untuk terus berbuat lebih baik,” tandasnya. (afg/bil)
Editor : Anis Billah