Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Haji Her Apresiasi Madura Awards, Tembakau Madura Harus Benar-Benar Menyejahterakan Petani

Hera Marylia Damayanti • Rabu, 24 Desember 2025 | 13:54 WIB
DUKUNG: H Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her berfoto bersama dengan tim MA Jawa Pos Radar Madura beberapa waktu lalu.
DUKUNG: H Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her berfoto bersama dengan tim MA Jawa Pos Radar Madura beberapa waktu lalu.

MADURA, RadarMadura.id – Tahun ini Jawa Pos Radar Madura (JPRM) kembali bersiap menggelar ajang bergengsi Madura Awards (MA).

Event yang telah memasuki tahun ke-11 itu dijadwalkan berlangsung pada Senin (29/12) mendatang.

Setiap tahun, MA selalu mengusung tema berbeda sebagai bentuk respons atas isu strategis di Madura.

Tahun ini, JPRM mengangkat tema Tembakau Madura Menyejahterakan, sejalan dengan peran besar industri hasil tembakau (IHT) dalam menopang perekonomian masyarakat Madura.

Melalui ajang tersebut, pelaku IHT dari hulu hingga hilir di empat kabupaten dipastikan akan mendapat apresiasi.

Owner PT Bawang Mas H Khairul Umam menyambut positif pelaksanaan MA tersebut.

Pengusaha yang akrab disapa Haji Her itu menegaskan, penghargaan sejatinya bukan tujuan utama dalam hidupnya. Baginya, penghargaan paling berharga datang dari Allah SWT.

”Penghargaan paling berharga itu dari Allah. Tapi, komitmen saya tetap berusaha dan terus berjuang untuk petani,” ujar Haji Her.

Meski demikian, dia menilai event MA dengan tema Tembakau Madura Menyejahterakan sebagai momentum penting.

Menurutnya, penghargaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan atas perjuangan panjang para pelaku industri tembakau, khususnya petani yang selama ini kerap berada di posisi paling lemah.

Haji Her menilai tema yang diusung JPRM sangat tepat. Sebab, kesejahteraan petani harus menjadi tujuan utama dalam tata niaga tembakau Madura.

Dia menegaskan komitmennya untuk terus berperan menjaga keseimbangan dengan pabrikan besar agar tidak terjadi praktik kesewenang-wenangan, terutama dalam penentuan harga.

”Kita akan terus mengimbangi pabrikan besar supaya tidak ada kesewenang-wenangan soal harga. Petani harus diperlakukan secara adil,” tegasnya.

Menurut Haji Her, pengusaha tembakau memiliki tanggung jawab moral yang besar. Ketika modal dan akses pasar sudah dimiliki, dia menilai tidak pantas jika keuntungan hanya dinikmati sendiri, sementara petani terus berada dalam tekanan.

”Harapan saya, pengusaha yang punya uang jangan dimakan sendiri. Kalau saya mau mengambil keuntungan banyak dari petani, itu sangat gampang dan mudah,” katanya.

Namun, pilihan tersebut tidak pernah dia ambil. Baginya, keuntungan ekonomi tidak boleh mengorbankan nilai kemanusiaan dan rasa keadilan.

”Bagaimana perasaan para petani kalau kita tidak bermanfaat bagi mereka? Lalu, apa artinya bisnis yang kita rintis,” lanjutnya.

Pandangan hidup itulah, yang menurut Haji Her harus menjadi roh dalam industri tembakau Madura. Dia bahkan menyampaikan pernyataan tegas bahwa hal itu menjadi prinsip hidupnya.

”Lebih baik mati kalau tidak bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.

Dalam konteks tersebut, Haji Her menilai event MA bukan sekadar ajang penghargaan.

Lebih dari itu, acara tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa ekosistem industri hasil tembakau harus dibangun secara adil dan berkelanjutan, dari hulu hingga hilir.

Dia pun memberikan apresiasi khusus kepada JPRM yang dinilai konsisten mengangkat peran seluruh pelaku IHT, mulai dari petani, pengepul, hingga pabrikan.

”Untuk JPRM, saya acungi jempol. Mantap. Bisa membuat event penghargaan seperti ini bagi pelaku IHT dari hulu sampai hilir,” pujinya.

Haji Her berharap, event MA tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata.

”Saya ingin tema Tembakau Madura Menyejahterakan, benar-benar menjadi semangat bersama dalam membangun industri tembakau Madura yang adil, berkelanjutan, dan berpihak pada petani,” tandasnya. (gik/yan)

Editor : Hera Marylia Damayanti
#petani tembakau #kesejahteraan petani #apresiasi #tembakau madura #penghargaan #pelaku industri tembakau #tata niaga tembakau #pengusaha tembakau #madura awards #industri hasil tembakau #Haji Her