Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Abdul Halim, Legislator Madura di Balik Lahirnya Trans Jatim Koridor 5 dan Laut

Abdul Basri • Sabtu, 21 Juni 2025 | 04:10 WIB

Radarmadura.id – Nama Abdul Halim, SH, MH belakangan menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Madura.

Bukan karena kontroversi, melainkan karena kiprahnya sebagai salah satu penggagas utama kehadiran Trans Jatim Koridor 5 Surabaya–Bangkalan, hingga rencana ambisius Trans Jatim Laut yang akan menghubungkan pulau-pulau terpencil di Sumenep, Sampang, dan Pamekasan.

Abdul Halim, politisi Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, menyuarakan pentingnya akses transportasi murah dan layak bagi masyarakat Madura.

Gagasan itu ia sampaikan langsung dalam rapat kerja bersama Dinas Perhubungan Jatim pada 2023 lalu, dan kini telah menjadi kenyataan.

“Waktu itu saya tanya langsung, mana feasibility study-nya untuk Bangkalan? Kalau sudah ada, ayo kita dorong. Akhirnya disetujui,” ungkap Halim dalam wawancara eksklusif di program Sapa Legislatif Radar Madura TV, yang tayang di kanal YouTube ini.

Dari Ide ke Realisasi

Koridor 5 Trans Jatim resmi diluncurkan pada 30 September 2023, menghubungkan Surabaya dan Bangkalan dengan tarif bersubsidi hanya Rp2.500–Rp5.000.

Program ini disebut berhasil menekan angka kecelakaan lalu lintas hingga 48% dan meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar terminal dan halte.

Abdul Halim, politisi Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, menyuarakan pentingnya akses transportasi murah dan layak bagi masyarakat Madura.
Abdul Halim, politisi Partai Gerindra yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur, menyuarakan pentingnya akses transportasi murah dan layak bagi masyarakat Madura.

Namun, perjuangan Halim belum selesai. Ia kini tengah menyiapkan peluncuran Trans Jatim Laut, transportasi kapal cepat yang akan menghubungkan pulau-pulau seperti Raas, Sapudi, Gili Labak, dan Gilimandangin ke daratan utama.

“Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi soal keadilan. Warga kepulauan punya hak yang sama atas transportasi yang cepat dan layak,” tegasnya.

Menghadapi Tantangan Fiskal Daerah

Dalam wawancara yang sama, Halim juga menyoroti persoalan klasik yang dihadapi daerah-daerah dengan APBD rendah, seperti Bangkalan.

Ia menilai kolaborasi antara Pemprov dan Pemkab menjadi kunci agar sistem transportasi publik seperti Trans Jatim bisa menjangkau lebih dalam ke desa-desa melalui layanan feeder.

Baca Juga: Mobilitas Lancar, Ekonomi Melesat: Trans Jatim, Lompatan Besar Jawa Timur Menuju Integrasi Transportasi

Sayangnya, layanan feeder di Bangkalan belum bisa optimal karena keterbatasan anggaran daerah.

Halim berjanji akan mendorong skema subsidi dari provinsi untuk membantu daerah-daerah dengan daya fiskal rendah.

Kontroversi dan Tindakan Tegas

Trans Jatim tak lepas dari insiden. Dari sopir ugal-ugalan hingga aksi vandalisme pelemparan oli, semua sempat mencoreng nama baik layanan ini.

Tapi Halim tegas: “Itu ulah oknum. Kami segera tindak. CCTV di armada memantau penuh. Supir menguap saja langsung diperingatkan.”

Kini, 8 bulan sejak peluncurannya, Trans Jatim Koridor 5 telah mencatat low vector (tingkat keterisian penumpang) sebesar 90%—angka yang menunjukkan betapa besar kebutuhan dan kepercayaan publik terhadap layanan ini. ***

???? Tonton wawancara lengkapnya: https://youtu.be/K6sIG0eqWzo

 

 

 

Editor : Abdul Basri
#dprd jatim #abdul halim #madura #Trans Jatim