SURABAYA, RadarMadura.id – Revitalisasi bahasa Madura kembali bergulir tahun ini. Tahapan yang baru terlaksana adalah bimbingan teknis (bimtek) bagi guru master. Peserta antusias mengikuti bimbingan yang diisi oleh tujuh maestro tersebut.
Bimtek guru master kepulauan Madura ditempatkan di Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur pada Senin–Kamis (19–23/5). Selama lima hari itu, 80 guru mengikuti bimbingan tujuh materi.
Materi tersebut meliputi membaca dan menulis carakan, lawakan tunggal, menembang, menulis cerita pendek, membaca dan menulis puisi, mendongeng, serta pidato yang semuanya berbahasa Madura.
Tujuh materi itu disampaikan oleh Isya Sayunani (carakan), Habibir Rohman (lawakan), Tola'adi (menembang), Mudhar CH (cerpen), Lukman Hakim AG (puisi), Avan Fathurrahman (dongeng), dan M. Hafid Effendy (pidato).
Puluhan peserta tersebut terdiri atas guru sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari empat kabupaten.
Tiap kabupaten masing-masing sepuluh guru SD dan sepuluh guru SMP. Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) bahasa Madura juga digelar di Situbondo dan Bondowoso sejak 2024.
Kepala Balai Bahasa Jawa Timur Puji Retno Hardiningtyas mengatakan, bahasa daerah adalah kekayaan kultural yang harus dirawat bersama.
”Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, tetapi juga bentuk nyata dari komitmen kita dalam menjaga warisan budaya bangsa,” katanya. (luq)
Editor : Hera Marylia Damayanti