BANGKALAN, RadarMadura.id – Jabatan Arief M. Edie sebagai penjabat (Pj) bupati Bangkalan akan segera berakhir.
Yakni, bersamaan dengan dilantiknya Lukman Hakim dan Moch. Fauzan Ja’far sebagai bupati dan wakil bupati Bangkalan periode 2025–2030, besok (20/2).
Arief mengemban amanah sebagai Pj bupati Bangkalan seusai dilantik di Gedung Grahadi Surabaya, Minggu (24/9/2023).
Kinerja Arief dievaluasi setiap tiga bulan sekali oleh Inspektorat Jendral (Irjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Karena capaian kinerjanya bagus, Arief dipercaya menjadi Pj bupati Bangkalan hingga dilantiknya kepala daerah definitif.
Dengan demikian, Arief menjalani amanah sebagai orang nomor satu di Bangkalan selama 17 bulan 26 hari.
Pria kelahiran 1967 itu mengutarakan, dirinya memulai jabatan sebagai Pj bupati Bangkalan dengan berbagai dinamika.
Di antaranya, terjadi kekosongan jabatan di lima organisasi perangkat daerah (OPD) dan rancangan APBD 2024 sudah ditetapkan.
Dengan begitu, pihaknya harus bisa melaksanakan kebijakan pemerintahan yang sebelumnya. Di hari pertama bekerja, Arief disambut dengan aksi demonstrasi oleh berbagai kelompok masyarakat.
”Tapi, yang harus digarisbawahi ialah bahwa aksi demonstrasi itu bukan menolak saya, melainkan demonstran memberikan catatan yang harus pemerintah lakukan ke depan,” ujarnya.
Hal itu sangat menguntukan baginya. Sebab, dia dengan cepat bisa mengetahui pekerjaan rumah yang harus dituntaskan pemerintah.
Keinginan untuk berubah ke arah lebih baik didukung oleh semua OPD dan pegawai di lingkungan Pemkab Bangkalan.
”Di tambah lagi adanya dukungan dan doa dari masyarakat. Meskipun mungkin tidak semua masyarakat merasa puas dengan pelayanan yang pemerintah berikan. Tapi, semua itu risiko bagi seorang pelayan,” imbuhnya.
Arief juga harus menghadapi tantangan berat di bidang fiskal. APBD 2024 yang sudah ditetapkan ternyata defisit Rp 27 miliar.
Hal tersebut baru terdeteksi di akhir 2023 atau sebelum APBD 2024 dilaksanakan. Sehingga, pihaknya harus mengatur ulang rencana belanja pada 2024.
”Sehingga, kami melakukan pemangkasan dan sebagainya. Salah satunya tentang penggunaan produk lokal. Sehingga, lebih murah dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Anggaran perjalanan dinas juga dikurangi,” ujarnya.
Arief juga menggenjot angka monitoring center for prevention (MCP) yang sangat rendah. Sebab, awalnya angka MCP Kabupaten Bangkalan hanya 18.
Tiga bulan pertama dirinya menjadi Pj bupati Bangkalan, angka MCP Bangkalan mencapai 82. Sedangkan pada akhir 2024, MCP Bangkalan mencapai 90.
Secara angka, Bangkalan masih tertinggal dibandingkan kabupaten/kota lain.
Namun, itu sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelum Arief M. Edie menjadi Pj bupati Bangkalan.
Semua itu berkat dukungan semua pihak, termasuk DPRD Bangkalan.
”Sehingga, ketertinggalan Bangkalan di sektor administrasi dan tata kelola pemerintahan bisa terentaskan,” katanya.
Pihkanya juga membuka pintu seluas-luasnya kepada para pelaku usaha dan investor yang ingin mengembangkan bisnisnya di Bangkalan.
Dengan catatan, harus memenuhi persyaratan teknis. Salah satunya melakukan perizinan melalui online single submission (OSS) risk based approach (RBA).
Keleluasaan bagi investor itu diberikan untuk membuka kesempatan kerja di Bangkalan.
Arief mencetuskan beberapa kebijakan penting selama menjadi Pj bupati Bangkalan.
Salah satunya, pelibatan masyarakat dalam pembangunan. Seperti pembangunan trek lari di Alun-Alun Bangkalan.
Fasilitas itu dibangun tanpa anggaran dari APBD sedikit pun. Materialnya disumbangkan oleh pengusaha tambang di Bangkalan.
Selain itu, ada beberapa ruas jalan di Bangkalan yang dibangun dengan skema pelibatan masyarakat.
Seperti ruas jalan Modung–Kwanyar yang dibangun secara swadaya karena keterbatasan anggaran.
Karena langkah strategis dan keseriusannya dalam mengabdi, banyak penghargaan yang diterima Pemkab Bangkalan.
Selain itu, banyak penghargaan personal yang diterima Pj bupati Bangkalan atas kontribusinya dalam membangun Kota Salak.
Salah satunya, penghargaan tokoh pembaruan yang diberikan kepada Arief M. Edie di ajang MA 2024.
Karena dedikasinya terhadap Bangkalan, banyak masyarakat yang merasa kehilangan dengan berakhirnya masa jabatan Arief M. Edie sebagai Pj bupati Bangkalan.
”Kami bisa menyelesaikan jabatan ini berkat dukungan masyarakat. Terima kasih kepada seluruh masyarakat Bangkalan, mulai dari tokoh ulama, kiai, pemerhati, dan tokoh masyarakat lainnya,” imbuhnya.
Arief mengapresiasi penyelenggaraan MA yang dilaksanakan setiap tahun oleh JPRM.
Sebab, event tersebut mampu meningkatkan motivasi OPD di Madura agar terus berinovasi untuk melayani masyarakat. (jup)
Editor : Fatmasari Margaretta