Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Memperingati Harlah Ke-102 NU, Mengenang Para Pendiri di Madura, PCNU Bangkalan Didirikan di Kokop, Perjuangkan Nilai-Nilai Agama dan Negara

Fatmasari Margaretta • Minggu, 26 Januari 2025 | 14:50 WIB
RAMAH: Ketua PCNU Bangkalan KH Muhammad Makki Nasir saat ditemui di kediamannya, Jumat (17/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)
RAMAH: Ketua PCNU Bangkalan KH Muhammad Makki Nasir saat ditemui di kediamannya, Jumat (17/1). (ZEINAL ABIDIN/JPRM)

BANGKALAN, RadarMadura.id - Organisasi masyarakat (ormas) Nahdlatul Ulama (NU) mengakar hingga ke berbagai pelosok desa.

Di Bangkalan, kepengurusan NU terbentuk kali pertama di Kecamatan Kokop.

Pada awal masuknya ormas NU di Pulau Garam, kepengurusan disatukan semua wilayah di Madura. Lokasi pendirian ormas ini di Kecamatan Kokop.

Seiring berjalannya waktu, kepengurusan NU empat kabupaten di Madura mulai terbentuk. Baik di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Beberapa tahun kemudian, pengurus NU wilayah Madura dipimpin seorang kiai dari keluarga Pondok Pesantren Asshomadiyah, Kecamatan Burneh.

Pada era 70-an, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan dipimpin Kiai Makmun Imron, cucu dari Syaikhona Kholil Bangkalan.

”Setelah itu dilanjutkan oleh Kiai Kholil AG, Kiai Abdullah Aschal. Lalu, Kiai Imam Bukhori, Kiai Fakhri, dan terakhir saya,” kata Ketua PCNU Bangkalan KH Muhammad Makki Nasir, Jumat (17/1).

NU wilayah Madura berganti menjadi PCNU Bangkalan pada saat dipimpin keluarga Pondok Pesantren Asshomadiyah.

Kiai Makki belum bisa memastikan tahun pergantian istilah tersebut.

Beberapa kiai yang terlibat dalam pendirian PCNU Bangkalan di antaranya KH Kholil AG dan sejumlah kiai lainnya.

Kiai Makki menyampaikan, PCNU bagian dari NU yang berbasis lokal atau kewilayahan. Asas atau nilai yang digunakan adalah Islam ahlussunnah wal jamaah.

”Secara global, nilai-nilai yang disampaikan oleh para pendiri PCNU Bangkalan sama dengan nilai-nilai NU. Artinya, secara global melanjutkan, meneruskan, melestarikan apa-apa yang telah diajarkan oleh kiai-kiai pesantren,” tuturnya.

PCNU Bangkalan dalam menjalankan peranan sebagai organisasi sosial keagamaan tidak terlepas dari nilai-nilai yang diajarkan oleh para pendiri.

Nilai-nilai agama dan bangsa selalu berdampingan.

Dengan begitu, apa yang dilakukan selama ini memberikan nilai dan dampak positif kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

”Itu yang dipegang teguh oleh para pendiri pesantren terdahulu yang kami lanjutkan,” tuturnya. (*/bil)

Editor : Fatmasari Margaretta
#agama #kiai #pondok pesantren #Syaikhona Kholil #pcnu #nu #ormas #pendirian