Nasional Madura Food & Travel Sastra & Budaya Sportainment Hiburan Features Cek Fakta Catatan Pendidikan Hukum Kriminal Ekonomi Bisnis Internasional Lifestyle Oto & Tekno Religi Ibu & Anak Kesehatan Radar Madura TV

Terjadi Lagi, Dua Sumur Bor Keluarkan Bau Gas dan Api di Sampang dan Sumenep

Fatmasari Margaretta • Sabtu, 23 November 2024 | 15:10 WIB
WASPADA: Petugas memantau kondisi sumur bor yang mengeluarkan gas dan api di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Kamis (21/11).
WASPADA: Petugas memantau kondisi sumur bor yang mengeluarkan gas dan api di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Kamis (21/11).

SAMPANG, RadarMadura.id – Semburan air bercampur gas kembali terjadi dari aktivitas pengeboran sumur.

Peristiwa itu terjadi di dua tempat berbeda. Yakni, di Desa Birem, Kecamatan Tambelangan, Sampang, dan di Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang Candra Ramadhani Amin mengatakan, semburan air bercampur gas itu terjadi Kamis (21/11).

Pemilik sumur bor adalah Fahris, warga Desa Planggaran, Kecamatan Banyuates, Sampang.

”Sumur bor itu menyemburkan air dengan ketinggian sekitar 20 meter,” ujarnya.

Berdasar pengakuan pemiliknya, pengeboran sumur dimulai Senin (18/11).

Lalu, mencapai kedalaman 87 meter, Kamis (21/11).

Sebelumnya tidak ada tanda-tanda akan terjadi semburan dahsyat berbau gas.

”Pengeboran sudah berlangsung empat hari. Saat di kedalaman 87 meter, menyemburkan air berbau gas,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau warga untuk tidak mendekati lokasi pengeboran meskipun semburan air setinggi 20 meter sudah berkurang.

Sebab, khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, bau gas masih tercium di lokasi kejadian

”Kami sudah meminta warga agar sumur bor itu ditambah pipa lebih tinggi supaya gasnya tidak berada di sekitar sumur bor,” ujarnya.

Candra mengaku sudah berkoordinasi dengan Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang atas terjadinya peristiwa itu.

Hal itu agar bisa memberikan pandangan tindak lanjut pengeboran sumur yang dilakukan pemiliknya.

”Apalagi bagian perekonomian dan SDA sudah mengeluarkan surat edaran atau imbauan setelah kejadian di Kecamatan Omben. Yakni, jika ada warga yang ingin melakukan pengeboran hendaknya memberitahu pemkab,” ujarnya.

Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sampang Abdi Barri menyatakan semburan air bercampur gas yang terjadi di Desa Birem, Kecamatan Tambelangan, sudah berkurang. Pihaknya merekomendasikan agar dilakukan pemasangan pipa di area sumur agar bau gas bisa keluar.

”Informasinya meski semburan air sudah berkurang, sumur bor masih berbau gas. Makanya kami sarankan kepada masyarakat agar dipasang pipa terlebih dahulu,” katanya.

Sedangkan di Kabupaten Sumenep, fenomena pengeboran sumur yang mengeluarkan gas terjadi di tegal milik Maulidi, warga Desa Batuputih Kenek, Kecamatan Batuputih, Sumenep.

Peristiwa itu juga terjadi Kamis (21/11). Yakni, saat kedalaman sumur bor 53 meter.

Awalnya, Astoni, pemilik bor gantung hendak membuka besi untuk melakukan pelebaran casing, Rabu (20/11).

Saat itu dia mendengar suara seperti embusan angin dari dalam sumur yang digali selama sekitar lima hari.

Karena tercium bagu gas, Astoni menghentikan proses pengeboran.

Lalu, Kamis (21/11), sumur bor itu diberi paralon sepanjang 120 cm guna mencegah air hujan masuk ke dalam.

Sekitar pukul 17.00, Maulidi selaku pemilik sumur berniat untuk membuka paralon yang telah terpasang sambil merokok.

”Tiba-tiba gas yang keluar dari lubang paralon menyambar rokok Maulidi, sehingga mengeluarkan api dengan ketinggian sekitar satu meter,” ujar Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti, Jumat (22/11).

Maulidi kemudian langsung melaporkan kejadian itu kepada kepala dusun setempat.

 Laporan itu diteruskan ke Kapolsek Batuputih dan segera dilakukan pemasangan garis polisi di area kejadian.

Tujuannya, agar masyarakat tidak mendekati lokasi semburan gas.

”Di sana petugas memasang garis polisi dan memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian dan tidak melakukan aktivitas yang berbahaya,” imbuhnya.

Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setkab Sumenep Dadang Dedy Iskandar berjanji akan segera ke lokasi kejadian untuk mengidentifikasi semburan gas itu.

”Secepatnya tim kami akan turun untuk memastikan gas yang keluar dari sumur bor itu berbahaya atau tidak,” katanya. (bai/tif/jup)

Editor : Fatmasari Margaretta
#fenomena #api #sumur bor #gas #pengeboran #semburan #Peristiwa